Sosperda No.6 Tahun 2015, David Roni Ganda Sinaga Minta Pemko Perbanyak Tong Sampah dan Armada Pengangkutan Sampah
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Anggota DPRD Motq Medan, David Roni Ganda Sinaga, SE meminta agar pemerintah kota Medan, segera memambah atau memperbanyak tempat sampah dan sarana pengangkutan sampah. Sebab, jika hal tersebut tidak bisa di siapkan maka, permasalahan sampah tisak akan ada habisnya di kota Medan. Demikian di ucapkan David Roni Ganda Sinaga saat pelaksanaan Sosialisasi Peraturan Daerah No.6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan di Kota Medan yang di laksanakan pada Minggu (31/1/2021) di Jalan Medan Area Selatan Gg.Islam, Kelurahan Suka Ramai Kecamatan Medan Area.
“Jangan bicara sampah akan dapat teratasi, jika sarana dan prasarana sampah pun masih kurang. Warga sering melapor kepada saya, meminta disediakan tong sampah pemilah dan jarangnya petugas pengangkutan sampah. Sehingga kondisi sampah semakin menumpuk dan berbau,” terang anggota legislatif dari Dapil 4 kota Medan ini.
Sambung Politisi dari Partai PDI Perjuangan Kota Medan ini lagi, bahwa setiap.dia melaksanakan sosperda ataupun reses, saat sesi tanya jawab selalu ada saja masyarakat yang mengeluhkan tentang sampah, tong sampah apalagi alat pengangkutan sampah.
“Ini harus menjadi perhatian dari Pemko Medan melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan kota Medan,”ujar Roni Ganda Sinaga.
Pada sesi tanya jawab di sela-sela kegiatan Sosperda tersebut, David Roni Ganda Sinaga juga mendengar keluhan warga mengenai lambatnya petugas sampah yang datang mengangkat sampah, sementara, warga mengaku tetap membayar iuran sampah sampai Rp.15 Ribu perbulan.Seperti pengakuan Sari, warga Medan Area Selatan. Kepada anggota DPRD Kota Medan ini, Sari mengaku kecewa dengan petugas sampah di tempat mereka yang hanya datang 3 kali dalam seminggu untuk mengangkut sampah miliknya.
“Keburu sampah saya bau, petugas sampah akan cepat datang ketika hendak mengutip iuran sampah kepada warga. Kami mohon kepada bapak David Roni Ganda Sinaga kiranya meneruskan aspitlrasi kami ini ke Dinas kebersihan dan Pertamanan agar segera diangkut sampah kami, minimal dua hari sekali, “ujar Sari.
Begitu juga dengan pengakuan dari R.Susono, mantan kepling 11, mengenai sampah, sampah yang menumpuk banyak di sebabkan karena kurang nya armada yang masuk ke lingkungan. “Saat mau mengutip uang iuran baru masuk. Paling banyak 3 x 1minggu baru petugas sampah nya baru masuk,”sebutnya.
Menjawab keluhan warga tersebut, perwakilan dari DKPKM, Yamin, menjekaskan, bahwa memang, dinas pertamanan sangat kekurangan petugas Bestari. Sehingga sering menghadapi hambatan saat melaksanakan tugas mengutip sampah.
” Dari 2001 lingkungan, dengan jumlah petugas hanya 3000 orang, sehingga sangat minim petugas dari dinas kebersihan dan Pertamanan kota Medan, ini yang menjadi kendala. Saat petugas kami masuk ke Gang-Gang tentunya terkendala tempat pembuangan sampah, makanya bisa sampai 3 hari sekali baru bisa datang kembali,”ujar Yamin.
Sambung, Yamin lagi, meskipun demikian, apa yang menjadi ke khawatiran warga akan segera dia tindak lanjuti.
“Meskipun demikian, bagi warga boleh menghubungi saya langsung untuk dengan memberitahukan lokasi yang sampahnya segera harus di angkat, maka petugas kami akan meluncur kesana,”sebutnya sembari memberikan nomor HP nya kepada warga yang hadir.
Masalah Tong Sampah pemilah, Yamin menyarankan agar warga terlebih dahulu membuat surat permohonan kebutuhan tempat sampah dan untuk di buatkan dimana, dan berapa jumlah tong sampah yang di butuhkan.
“Ini agar jelas berapa kebutuhannya dan siapa-siapa saja penerimanya. Rumah ibadah, kantor lurah, sekolah, juga boleh, selama melalui permohonan resmi. Tong sampah pemilah ini sudah banyak kami antar baik kerumah Ibadah, perkantoran dan lain sebagainya,”terang Yamin.
Untuk penanggulangan sampah, sambun Yamin, agar warga masyarakat kembali menggalak kan kegiatan gotong-royong yang di ikuti juga oleh P3SU, pihak LPM dan perangkat lainnya baik dari kelurahan dan kecamatan. “Dinas Kebersihan dan Pertamanan siap untuk menurunkan alat berat jika untuk kegiatan gotong-royong membersihkan sampah,”ujar Yamin.
Sementara, itu Lurah Suka Ramai I, pada kesempatan itu meminta agar anggota DPRD kota Medan bisa memfasilitasi permintaan mereka untuk diteruskan ke Dinas Kebersihan dan Pertamanan kota Medan yakni pengadaan tempat sampah pemilah.
Sebelum penutupan kegiatan Sosperda tersebut, kembali David Roni Ganda Sinaga, SE mengingatkan kepada perwakilan dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan kota Medan agar segera menindaklanjuti apa-apa saja yang di keluhkan warga tentang sampah.
“Agar ada artinya kegiatan Sosperda tentang Pengelolaan Persampahan ini dilaksanakan. Jadi tidak ada seolah hanya kegiatan seremoni saja. Saya ingin ke depan warga tidak lagi mengeluh kepada saya tentang tidak terangkutnya sampah mereka, dan ketersediaan tong sampah saya rasa itu sangatlah mendesak,”pungkas David Roni G Sinaga.
Hadir di acara Sosperda tersebut, Sekcam Medan Area, Lurah Suka Ramai I, para tamu undangan dan pengurus PDI P kecamatan Medan Area. (mr/wan)




