DPRD Samosir Koordinasi ke PDAM Tirtanadi Provsu
METRORAKYAT.COM, SAMOSIR – Anggota DPRD Komisi III Samosir melakukan kunjungan kerja (Kunker) serta koordinasi terkait kebutuhan air bersih untuk kepentingan masyarakat.
Kunker yang dipimpin Ketua DPRD Saut Martua Tamba di dampingi ketua Komisi III dan anggota guna melakukan kòordinasi ke PDAM Tirtanadi mikik Provinsi Sumatera Utara (Provsu) sehubungan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Samosir.
Hadir Wakil Ketua Pantas Marroha Sinaga, Ketua Komisi III, Jonner Simbolon, anggota Batahan Siringo-ringo, Pantas Lasidos Limbong, Parluhutan Sinaga Paham Gultom, Parluhutan Samosir.
Kehadiran DPRD tersebut di sambut Direktur Administrasi dan Keuangan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Feby Milanie di Kantor Pusat PDAM Tirtanadi, Medan.
Dalam hal ini, Ketua DPRD Saut Martua Tamba menyampaikan koordinasi yang bertujuan untuk menampung aspirasi masyarakat Samosir terkait penyediaan air bersih sebagai kebuhan hidup sehari-hari.
“Berharap lewat koordinasi kirannya dapat menghasilkan kesepahaman substantif untuk kebutuhan air di Samosir. Dimana persoalan kerap terjadi sehingga perlu diatasi bila di mungkin berani melakukan terobosan demi kepentingan masyarakat Samosir,”ucapnya, Kamis (28/1/2021).
Selain itu berharap sambung Saut lagi, untuk penyaluran SPAM bisa merata keseluruh wilayah Samosir.
Tentu hal ini sebagai jawaban persoalan kebutuhan air bersih serta cadangan ketika terjadi musim kemarau. Sebab selama ini, dimana sejumlah wilayah di Samosir sering terjadi kekeringan ketika kemarau terjadi.
Lanjut Ketua DPRD, pengembangan perusahaan air bersih jangan hanya aspek potensi pendapatan, namun kemaslahatan masyarakat juga di perlukan.
“DPRD minta kelanjutan proses atau solusi daerah yang mengalami kekeringan. Untuk itu perlu pengembangan SPAM secara baik yang bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat. Kirannya hal ini bisa segera terlaksana,” harapnya.
DPRD Samosir berharap Perusahaan Daerah Air Bersih Tirtanadi mampu berkembang dan mengoptimalkan pengelolaan dari hulu hingga hilir sehingga kebutuhan air untuk masyarakat dapat terpenuhi. (MR/156).
