oleh

BI Perkuat BI7DRR Pada Tahun 2021

SHARE
51 views

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Bank Indonesia (BI) tetap memperkuat BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,75 persen dan suku bunga Deposit Facility senilai 3,00 persen serta suku bunga Lending Facility 4,50 persen.

Demikian disampaikan Gubernur BI, Perry Warjiyo lewat virtual, Kamis (21/01/2021).
Katanya, sesuai keputusan dengan prakiraan inflasi tetap rendah dan stabilitas eksternal terjaga, sebagai upaya untuk mendukung pemulihan ekonomi di 2021 ini.

Sinergitas Pemerintah dan otoritas terkait mendukung berbagai kebijakan lanjutan untuk membangun optimisme pemulihan ekonomi nasional (PEN), melalui pembukaan sektor ekonomi produktif yang aman, akselerasi stimulus fiskal, penyaluran kredit perbankan dari sisi permintaan dan penawaran dalam melanjutkan stimulus moneter serta makroprudensial, mengakselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan.

1. Kemudian, kebijakan BI untuk menempuh berbagai langkah, sebagai berikut Melanjutkan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah agar sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar.

2. Melanjutkan penguatan strategi operasi moneter dalam mendukung stance kebijakan moneter akomodatif.

3. Percepatan pendalaman pasar keuangan melalui penguatan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) merupakan acuan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS guna meningkatkan kredibilitas pasar valas domestik dan mendukung stabilitas nilai tukar di Indonesia. Penguatan JISDOR mencakup metodologi, periode pemantauan transaksi, dan waktu penerbitan sebagaimana terlampir.

4. Memperkuat makroprudensial akomodatif untuk mendorong peningkatan kredit/pembiayaan kepada sektor prioritas dalam rangka PEN.

5. Mendorong transparansi suku bunga kredit perbankan untuk mempercepat transmisi kebijakan moneter dan makroprudensial.

6. Memperkuat koordinasi pengawasan perbankan secara terpadu antara BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK),juga Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mendukung stabilitas sistem keuangan.

7. Kebijakan sistem pembayaran dan pengelolaan uang Rupiah untuk mendorong pembentukan ekosistem ekonomi keuangan digital mempercepat pemulihan ekonomi berdasarkan:

a. Penerapan strategi pencapaian 12 juta merchant QRIS secara terintegratif dan kolaboratif, serta pengembangan fitur QRIS transfer, tarik, dan setor dalam rangka meningkatkan akseptasi QRIS di masyarakat.

b. Implementasi reformasi regulasi sistem pembayaran sesuai PBI No.22/23/PBI/2020 berdasarkan restrukturisasi industri, reklasifikasi perizinan, kepemilikan, inovasi teknologi, data dan informasi, serta penguatan pengawasan termasuk manajemen risiko siber.

“Sanjutnya, BI terus mengarahkan seluruh instrumen kebijakan mendukung PEN untuk menjaga terkendalinya inflasi serta memelihara stabilitas nilai tukar Rupiah, mendukung stabilitas sistem keuangan. Koordinasi kebijakan Pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terus diperkuat untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta mempercepat PEN. Fokus koordinasi kebijakan diarahkan pada mengatasi permasalahan sisi permintaan dan penawaran dalam penyaluran kredit/pembiayaan dari perbankan kepada dunia usaha sebagai prioritas yang mendukung pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya. (MR/156)

Breaking News