Warga Tanyakan Fungsi Pasar Rakyat Tualang TUALANG Dan Terminal, Kinerja DISKOPERINDAG dan DISHUB Dipertanyakan
METRORAKYAT.COM, SIAK – Gedung atau prasarana milik Pemkab Siak berupa lokasi perbelanjaan dikawasan Jalan Raya Perawang Km 7, Tualang, Siak, diminta masyarakat agar difungsikan. Hal itu mengingat situasi dan lokasi perbelanjaan di Pasar Tuah Serumpun dianggap semrawut serta timbulnya kemacetan lalu lintas.
“Pemerintah Kabupaten Siak seharusnya memastikan keberadaan para pedagang kita berada di lokasi pasar yang baru, dan telah terbangun beberapa tahun lalu. Pemerintah kita harapkan mampu mensosialisasikan hal ini kepada para pedagang, karena di Pasar Tuah Serumpun kita anggap sudah kurang layak. Disamping semrawutnya dan timbulnya kemacetan lalu lintas,” kata Sahala Tobing, warga Kecamatan Tualang, Sabtu (12/12/2020).
Menurut Nawi, kondisi Pasar Tuah Serumpun sudah semakin kumuh dengan hadirnya para pedagang kaki lima yang kurang ditata dengan baik.
“Kalau kita lihat ya kondisinya masih layak. Hanya saja para pedagang kaki lima masih kurang penataan, sehingga para penjual tumpang tindih dan tidak lagi tertata dengan baik,” ujarnya.
Selain itu, Sahala juga berharap pemerintah kabupaten Siak untuk menertibkan sejumlah terminal bayangan dikawasan Jalan Raya Perawang.
“Saya secara pribadi juga menyoroti kinerja Dinas Perhubungan. Fungsi terminal yang sudah dibangun dengan uang negara bagaimana prosesnya ? Apakah tidak ada upaya penertiban ? Selain itu banyak bus melintas dari Tualang namun tidak menyinggahi terminal baru, apakah memang bisa demikian ? Selain itu, kita minta Dishub menertibkan terminal bayangan agar satu tempatnya yakni diterminal baru, agar semuanya tertata dengan baiklah. Jangan ada dugaan kita bahwa semuanya terkesan didiamkan atau ada upaya pembiaran,” beber Sahala.
Sekedar diketahui, Bupati Siak Syamsuar didampingi Kepala Dinas Perdagangan dan Industri Siak, H Wan Ibrahim meresmikan Pasar Rakyat Tualang yang terletak di Terminal Lama KM 7, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Rabu (7/2/2018) silam.
“Pasar rakyat ini diharapakan bisa menjadi pemicu dan memancing pertumbuhan ekonomi masyarakat,” kata Syamsuar saat itu.
Pembangunan pasar disetiap kecamatan merupakan salah satu program prioritas Pemkab Siak yang telah berhasil direalisasikan tahun ini.
“Pembangunan dan pemberdayaan masyarakat kecamatan memang menjadi prioritas Pemerintahan Kabupaten Siak mulai dari infrastruktur hingga perekonomian. Di bidang perdagangan adalah dengan mengupayakan pembangunan pasar yang representatif setiap kecamatan,” kata Syamsuar.
Dalam membangun pasar ini, kata dia, selain menggunakan dana dari APBD Siak, pihaknya juga berupaya untuk berjuang mengambil dana APBN.
Sementara Kepala Dinas Perdagangan dan Industri Siak, Wan Ibrahim menyampaikan bahwa bangunan pasar dibangun dengan luas 1.299 meter persegi dengan fasilitas lapak berjumlah 198 lapak.
“Di dalam bangunan pasar ini disediakan 168 lapak dagangan basah dan kering serta 30 kios. Untuk para pedagang diambil dari Pasar KM 4 Perawang dan masyarakat tempatan,” jelasnya.
Wan menambahkan pihak Kementerian Perdagangan RI telah mengalokasikan dana sebesar Rp 5,39 miliar untuk pembangunan pasar rakyat tersebut. (RED/MR)
