Komisariat HMI Soroti Teror Bagi Aktivis Ali Akbar

Komisariat HMI Soroti Teror Bagi Aktivis Ali Akbar
Bagikan

METRORAKYAT.COM, TAPTENG (PANDAN) – Aksi teror pembakaran rumah salah seorang aktivis pemuda Ali Akbar Zega yang terjadi Senin malam (14/12/20) mendapat sorotan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) komisariat Tapian Nauli.

Selain menyayangkan insiden itu, HMI komisariat Tapian Nauli juga berharap, institusi Polri dapat mengusut tuntas kasus pembakaran tersebut.

Harapan itu disampaikan Ketua HMI Komisariat Tapian Nauli, Raju Firmanda Hutagalung, menyoroti aksi teror yang menimpa sejumlah aktivis di Tapteng.

Menurut Raju, pembakaran rumah adalah salah satu bentuk aksi teror bagi aktivis Ali Akbar, di ketahui, bahwa sosok Aktivis Pemuda Ali Akbar Zega memang termasuk Ativis yang selalu kritis dalam menyampaikan tanggapannya.

Aksi teror terhadap Ali Akbar kata Raju, sebagai wujud intimidasi kasar bagi para aktivis, yang dilakukan oleh oknum-oknum anti kritikan.

“Ini simbol rezim anti kritik, dan perlakuan ini tak pantas dilakukan dan kasus ini sudah termasuk intimidasi kasar,” kata Raju, Sabtu (19/12/2020).

“Kita lupa ini era demokrasi, bebas berpendapat dan mengkritik semua kebijakan pemerintah bermasalah, kenapa harus ada aksi premanisme,” lanjutnya.

Apalagi kata Raju, aksi teror dialami Ali Akbar bukan kasus pertama, dan Ia menduga kuat, penyebabnya lebih mengarah soal kritikan.

“Hari ini Ali Akbar Zega, besok siapa lagi. Semua dibungkam karena kritis. Ada apa ini. Menimpa Ali Akbar bukan kasus pertama,” ucap Raju.

“Sebelumnya Ali Akbar pernah dikeroyok OTK sampai kini kasusnya dipeti es kan. Penganiayaan ayah Ali Akbar, berhenti di satu pelaku,” bebernya.

“Lalu, rumah Ali Akbar Zega digeledah dengan tuduhan tak berdasar hukum dan akhirnya juga tak terbukti. Terakhir, kasus pembakaran rumah. Ini sepertinya mata rantai,” tambah Raju

Kendati, Raju masih optimis institusi Polri bersikap adil dan profesional setiap menguak kasus kriminal, terutama aksi teror dialami Ali Akbar Zega.

“Jika Polri adil dan profesional, tidak ada yang tak mungkin, kasus ini pasti bisa diungkap. Saya optimis masih banyak Polisi bekerja profesional,” sebut Raju.

“Besar harapan saya, Polres Tapteng bisa menangkap para pelaku dan mencari tahu motif pembakaran yang sebenarnya,” ungkapnya.

Selain optimis, mantan presiden STIT Muhammadiyah Sibolga-Tapteng ini juga memberi support bagi pihak kepolisian, untuk lebih serius menangani kasus ini.

“Saya khawatir, jangan sampai kasus ini jadi momok ketakutan bagi seluruh masyarakat Tapteng. Karena beberapa kasus sama pernah terjadi,” cetus Raju.

“Contohnya, pembakaran mobil LSM Charles Pardede dan Apul Marbun. Kini rumah Ali Akbar. Demokrasi terancam di Tapteng lewat pembungkaman,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, rumah aktivis Ali Akbar Zega di Lubuk Tukko, Tapanuli Tengah (Tapteng) dibakar OTK (Orang Tak Kenal), Senin (14/12/2020) dinihari.

Kasus pembakaran rumah Ali Akbar masih disidik Polisi, setelah memeriksa beberapa saksi, termasuk mengamankan barang bukti hasil olah TKP.
(MR/RM)

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.