Duma Kecewa Lurah dan Instansi Diundang Namun Tidak Hadir Saat Pelaksanaan Sosperda No.6 Tahun 2015

SHARE
131 views

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Dame Duma Sari Hutagalung, SE mengaku kecewa atas ketidakhadiran lurah Dwikora maupun utusan perwakilan dari pihak Kelurahan dan juga SKPD terkait pada pelaksanaan Sosialisasi Perda Nomor 6 tahun 2015, tentang Pengelolan Persampahan di kota Medan, padahal kata Duma, sebelumnya pihaknya sudah memberikan undangan baik kepada Lurah dan instansi terkait sebelum pelaksanaan Sosperda tersebut dilaksanakan.

“Bagaimana, lurah mengetahui keluhan warganya sementara pada pelaksanaan Sosperda ini saja, lurah tidak mau datang, saya saja sebagai wakil rakyat dari Dapil 1 ini saja sudah tidak dihargai, bagiamana lagi kalau warga masyarakat, kalau ada permasalahan mau kemana lah mereka mengadu,”kata politisi dari Partai Gerindra kota Medan ini, Minggu (29/11/2020) di Jalan Setia Luhur, Lingkungan 11, kelurahan Dwikora kec.Medan Helvetia.

Mendengar penjelasan Duma, sontak para undangan yang hadir di acara Sosperda itupun bertepuk tangan. “Betul itu bu..kami pun sulit jika hendak mengadu di kantor lurah ini,”ujar warga.

Umi Alhasanah, warga Setia Luhur pada sesi tanya jawab, mengeluhkan minimnya tempat penampungan sampah di daerah kelurahan Dwikora. Selain itu, pihak kebersihan sampah juga tidak rutin mengangkut sampah, sehingga menimbulkan bau.

“Padahal, kami ada membayar retribusi sampah setiap bulannya, seharusnya pemko Medan peduli dan tidak membiarkan sampah bertumpuk lama baru diangkut,”keluhnya.

Suwarno, warga lingkungan 6, mengeluhkan, kesadaran tidak membuang sampah dari dalam diri sendiri. Itu dibuktikan, adanya sampah yang dibuang oleh warga dari luar, meski sudah dibuat larangan larangan tidak membuang sampah ataupun dituliskan sanksi, seolah  ini tidak dihiraukan.

“Ini yang kami inginkan, apa solusi yang harus kami lakukan untuk memberikan pelajaran bagi warga yang diketahui membuang sampah,”terangnya.

Dame Duma Sari menjelaskan, pada Perda Nomor 6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan kota Medan ada tertulis di Bab XVI, ketentuan Pidana pada pasal 35 ayat 1 yang berbunyi “Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 32 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3(tiga) bulan atau pidana denda paling banyak Rp.10.000.000 (Sepuluh Juta Rupiah).

Pada pasal 2 berbunyi ” Setiap badan yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 32 dipidana dengan kurungan paling lama 6 (enam) bulan atau pidana denda paling banyak Rp.50.000.000, (lima puluh juta rupiah).

“Kita juga dapat memfoto oknum yang membuamg sampah dan perusahaan yang membuang sampahnya sembarangan untuk dilaporkan kepada pihak kelurahan, kecamatan dam bahkan kepada pihak kepolisian, perda ini diharapkan dapat diterapkan agar memberikan pelajaran bagi orang ataupun badan yang diketahui membuang sampah sembarangan,”terang Duma.(mr/wan)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif