oleh

DPRD Samosir, Minta Pemkab Keluarlan Aturan Prokes Terkait Sekolah Buka

SHARE
96 views

METRORAKYAT.COM, SAMOSIR – DPRD Samosir lewat Komisi 1 meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) agar mengeluarkan surat aturan Protokol Kesehatan (Prokes) terkait akan dibukannya sekolah kembali.
Demikian disampaikan Ketua Komisi 1 DPRD Samosir, Saurtua Silalahi kepada wartawan, Jumat (27/11/2020).

“Kirannya Pemkab mengeluarkan aturan ketat Prokes sebelum di bukannya kembali sekolah. Agar proses belajar mengajar terhadap anak didik berjalan dengan baik”, ungkapnya.

Hal ini sangat penting agar Covid-19 tidak tertular. Kebijakan serta aturan guna penegakan prokes secara ketat terkait rencana dibukanya kembali sekolah awal Januari 2021.

Lanjutnya ketika diminta tanggapannya tentang rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim akan membuka aktivitas belajar di sekolah awal Januari 2021.
Politisi muda Partai Gerindra ini menambahkan, pemberlakuan belajar secara tatap muka tersebut juga harus melihat bagaimana kondisi dan perkembangan pandemi Covid – 19 di Samosir.

“Kalau masih zona merah atau tinggi jumlah terkonfirmasi positif Covid-19, sebaiknya daringlah. Tapi kalau sudah kuning dan hijau boleh diberlakukan, namun harus mengikuti prokes secara ketat,” tegasnya.

Dia juga mengingatkan agar pembukaan sekolah harus memandang segala aspek terutama prioritas tingkatan sekolah yang dimulai dari menengah atas. “Kalau masih Taman Kanak-kanak (TK), SD dan SMP janganlah, itukan belum bisa diatur. Akan tetapi kalau sekolah menengah atas bisa lah”, pungkasnya.

Sementara di tempat terpisah Pjs Bupati Samosir Lasro Marbun menyampaikan komentarnya terkait rencana pemerintah membuka kembali aktivitas sekolah mengatakan, Pemkab masih menunggu bagaimana aturan yang akan diberlakukan untuk pembukaan sekolah di awal 2021.

“Kita masih menunggu, untuk Sumut ditentukan Gubernur, sekarang sedang dikaji. Dan nanti akan kita jabarkan lagi. Secara berjenjang, dari pemerintah pusat, provinsi dan kita jabarkan lagi di Samosir nanti kita tinjau situasinya karena berbeda antara satu daerah dengan lainnya,” ungkapnya. (MR/ JB Rumapea)

Breaking News