Terlibat penyalahgunaan Obat Terlarang, ASN dan Kuli Bangunan di Ringkus Personil Polres Tapteng

SHARE
116 views

METRORAKYAT.COM, TAPTENG (PANDAN) – Seorang ASN HS (36) dan Seorang kuli bangunan RS (47) dirungkus Personil Polres Tapteng atas kepemilikan barang terlarang jenis Sabu-sabu Selasa (13/10/20).

Keterlibatan seorang ASN warga Jln. Perintis Kemerdekaan, Lk. II, Kelurahan Aek Tolang, Kecamatan Pandan dan seorang kuli bangunan dengan alamat yang sama di ringkus atas pengembangan penangkapan seorang tersangka PS alias N yang berhasil di ringkus Kepolisian Polres Tapteng Selasa (13/10) sekitar Jam 20:30 WIB.

Tak berselang lama, pihak Kepolisian Unit Sat Resnarkoba berhasil melakukan pengembangan dan melibatkan seorang ASN dan seorang kuli bangunan diringkus setelah personil melakukan Lidik bagi tersangka PS alias N.

Penangkapan seorang ASN dan kuli bangunan di benarka Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Nicolas Dedy Arifianto, SH, SIK, MH. Melalui Kasubbag Humas Polres Tapteng Ipda J. Sinurat Minggu (25/10/20).

“Benar, Personil Polres Tapteng telah berhasil melakukan pengembangan atas tersangka PS alias N yang di ringkus tidak lama dari penangkapan HS dan RS. Kini kedua tersangka masih tahap proses pembekasan lebih lanjut,” ujar Kapolres Tapteng melalui Paur Humas Polres Tapteng kepada awak media.

Lanjut Paur Humas Polres Tapteng, penangkapan kedua tersangka dibekuk Personil Polres Tapteng di Jln. Perintis Kemerdekaan, tepatnya di sebuah rumah sekitar Jam 21:20 WIB.

Lanjutnya lagi, atas penangkapan kedua tersangka personil Polres Tapteng berhasil menyita Barang Bukti (BB red) seberat Bruto 0,20 Gram dari kedua tersangka berupa, 2 paket kecil narkotika jenis sabu-sabu yang di bungkus plastik bening di dalam kotak rokok merk gudang garam merah, dan 1 set alat hisap narkotika jenis Sabu-sabu (Bong), 1 buah mancis, 01 buah gunting,
01 unit handpone merk Huawei warna hitam, 1 unit handpone samsung lipat warna putih.

Selanjutnya, atas kepemilikan Barang terlarang, Personil polres Tapteng membawa tersangka HS dan RS beserta barang bukti ke kantor Polisi Polres Tapanuli Tengah, untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.

Keterlibatan Kepemilikan Barang terlarang, kedua tersangka dapat dipersangkan melanggar Pasal 114 Ayat (1) Subs 112 Ayat (1) Dari UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman selama paling singkat 5 tahun paling lama 20 tahun penjara (MR/RM).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif