Satu Kasus Pasien Positif Covid-19 Di Subulussalam Meninggal Dunia, Asal Dari Kecamatan Rundeng

SHARE
161 views

METRORAKYAT.COM, SUBULUSSALAM – Pada awalnya tidak percaya bahwa Covid-19 bisa menyentuh Kota Subulussalam hingga menjadi perhatian pemangku kebijakan di tingkat provinsi padahal Kota Subulussalam berbatasan dengan provinsi Sumatera Utara. Beberapa pejabat datang berkunjung ke Kota Subulussalam dan mengapresiasi Kota Subulussalam, pada akhirnya awal Agustus 2020 salah seorang pasien RSUD meninggal dan dinyatakan positif Covid-19. Sabtu,(31/10/2020)

Secara bertahap, hasil tracking yang dilakukan petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan dan unsur lainnya melakukan tracking disetiap kasus sampai pada tanggal 30 Oktober 2020 kasus Covid-19 meningkat mencapai angka 72 orang terkonfirmasi positif Covid-19.

Dari 72 kasus terkonfirmasi positif yang sembuh atau sehat sebanyak 46 orang dan yang masih dalam perawatan sebanyak 20 orang sementara yang meninggal hingga tanggal 30 Oktober 2020 adalah 6 orang.

Sesuai surat Kepala Balai Litbangkes Aceh tertanggal 27 Oktober 2020 Nomor PM.03.01/3/1164/2020 tentang Hasil Pemeriksaan Covid-19 yang ditujukan kepada Kepala Dinas Kesehatan Aceh hasil pemeriksaan untuk Kota Subulussalam yang dinyatakan positif Covid-19.

Menurut Direktur RSUD Kota Subulussalam dr. Dewi Sartika Pinem pasien positif yang meninggal dunia pada tanggal 30 Oktober 2020 adalah Inisial S, Umur 67 Tahun, jenis Kelamin Perempuan, asal Kecamatan Rundeng.

Dikatakannya bahwa pasien tersebut masuk tanggal 24 Oktober 2020 dengan sesak napas dan apabila berbaring 3 bantal, kedua tangan dan kaki bengkak, nyeri kira-kira kurang lebih 2 minggu mengalami susah tidur, demam, mudah capek, nyeri perut, mual, perut terasa kenyang. Dan riwayat penyakit terdahulu TB. paru 2 tahun lalu, dispesia, PPOK excerbasi,

Pada tanggal 25 Oktober 2020 pasien mengalami sesak napas, batuk, mual, muntah, demam, kedua tangan dan kaki bengkak dan nyeri, mudah capek/lelah, Diagnosa DD Pneumenia + dyspesia + CPC.

Pada tanggal 26 Oktober 2020 pasien mengalami sesak ada batuk, kedua kaki tangan dan badan kaki mengalami gatal-gatal, bengkak, Pada tanggal 27 Oktober 2020 pasien mengalami sesak ada batuk, mual dan muntah.

Pada tanggal 28 Oktober 2020, pasien mengalami sesak, berkurang muntah, seterusnya pasien rawat jalan dan pada tanggal 26 Oktober 2020 dilakukan swab dan dinyatakan positif Covid-19 hasil pemeriksaan Balitbangkes Aceh pada tanggal 27 Oktober 2020. Pasien pun meninggal dunia pada tanggal 30 Oktober 2020.

Sementara Juru Bicara Tim Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Subulussalam Baginda, SH. MM Mengatakan yang masih dirawat di Ruang Pinere RSUD Kota Subulussalam sebanyak 2 (dua) orang yakni inisial NB dan AU dan yang lainnya diisolasi di Jontor.

Kondisi ini tentu menjadi keprihatinan bersama bahwa penyebaran Covid-19 di Kota Subulussalam terus bertambah namun Alhamdulillah yang sehat lebih banyak dibandingkan yang meninggal.

“Mari kita bersama-sama untuk berikhtiar dengan menjaga diri kita dengan memperkuat imun, mengikuti protokol kesehatan dan jangan lupa senantiasa mendekatkan diri kepada sang Khaliq Azza wa jalla agar kita hidup lebih bermanfaat dan meninggal husnul khatimah. Aamiin,” tutup nya.(mr/jr)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif