KOMPAK Sergai Minta Inspektorat Panggil Semua Kades Terkait Bimtek Ke Bandung

SHARE
86 views

METRORAKYAT.COM, SERGAI – Majelis Masyarakat Membangun Daerah (M3D) Sergai bersama Organisasi Mahasiswa dan Masyarakat Bersatu Anti Korupsi Sumatera Utara (OMMBAK-Sumut) dan Gerakan Rakyat Sipil (GRS) yang bergabung dalam Konsorsium Masyarakat Pedesaan Anti Korupsi Serdang Bedagai (KOMPAK – Sergai) kembali menggelar aksi menggeruduk Kantor Bupati Sergai di Sei Rampah, Kamis (22/10/2020) siang.

Dalam aksinya kali ini, terlihat massa aksi membentangkan poster diantaranya Ungkap Aktor Intelektualnya, dan Usut Tuntas Keberangkatan Kepala Desa ke Bandung, Jawa Barat.

Ditegaskan Ketua OMMBAK Sumut Rozi Albanjari yang didampingi Ketua GRS M.Safii dan Ketua M3D Sergai Ginawan Bakti, apapun itu kami tetap komitmen dalam melakukan pengawasan dan menyuarakan tuntutan terkait keberangkatan Kepala Desa ke Bandung. Walaupun kami hanya segelintir, namun kami juga tetap memahami situasi pandemi Covid-19.

“Kami tidak punya kepentingan dengan ranah politik. Siapapun Bupati nya terpilih nanti kami kawal,” ujarnya.

Terkait keberangkatan Kepala Desa ke Bandung, yang urgensinya itu tidak diketahui Pemkab Sergai. Anehnya, lokasi yang disebutkan disurat dibantah pihak hotel di Bandung, belum lagi Bimtek sebelumnya dinilai juga ada kejanggalan.

Ketua OMMBAK Sumut itu juga mengajak Pemkab Sergai turun langsung cek bersama-sama, anggaran yang bersumber Dana Desa apakah layak gak dengan dikerjakan sepihak. Jangan ada faktor kepentingan dulu baru digenjot.

Selain itu kata Rozi Albanjari, Kepala Desa yang berangkat ke Bandung itu kini sudah berinteraksi dengan masyarakat tapi kenapa dibiarkan, jemput paksa jangan ditunggu.

“Fasilitas Pemkab ada, Perbup Tentang Penerapan Protokol Kesehatan jalankan dong, APD lengkap dan puskesmas kita juga tersebar di Kecamatan,” cetusnya.

Sementara, Kepala Inspektorat Kabupaten Serdang Bedagai H.Gustian didampingi Kabag Hukum Basyaruddin, SH saat menyambut aksi damai KOMPAK Sergai mengatakan, pihaknya tetap akan melakukan pemanggilan dan pemeriksaan para Kepala Desa ke Bandung. Kita juga sudah surati seluruh Kades namun hingga saat ini hanya 8 orang yang melakukan test swab dan hasilnya belum keluar.

“Kita harus menunggu hasil test swab untuk lanjut melakukan pemeriksaan terhadap para Kades, karena ditengah Pandemi ini kita mencegah penularan atau klaster baru Covid-19,” ujarnya.

Akhirnya para massa aksi tersebut akhirnya membubarkan diri secara tertib, dan berjanji akan melakukan aksi kembali apabila tidak ada kepastian.(MR/AZMI)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif