OJK Tingkatkan Kompetensi TPAKD di Sumut

SHARE
93 views

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional 5 Sumatera Bagian Utara (OJK KR 5 Sumbagut) bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) menggelar Coaching Clinic secara virtual (14 – 17/9/2020).

Acara untuk meningkatkan pemahaman serta kompetensi pengurus maupun anggota Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Kabupaten/Kota se-Sumut.

“Kegiatan tersebut sebagai tindak lanjut rekomendasi Rapat Koordinasi Daerah TPAKD Provsu.

Ini berguna untuk memberikan asistensi dan pemahaman tugas terkait TPAKD bagi segenap pengurus dan anggota TPAKD yang terbentuk di 33 Kabupaten/Kota,” papar Deputi Direktur OJK KR 5 Sumbagut, Andi M Yusuf melalui keterangan tertulis diterima metrorakyat.com, Selasa (22/9/2020).

Dijelaskan Andi, kegiatan itu termasuk melakukan sinkronisasi, kolaborasi program TPAKD Provsu bersama Kabupaten/Kota, terkhususnya pelaksanaan program Business Matching Akses Kredit UMKM juga Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).

“Program ini merupakan momen sebagai pengerat tali silaturahmi antara OJK, Lembaga Jasa Keuangan dan Pemerintah Daerah (Pemda) di Sumut, untuk mendorong aktivasi TPAKD Kabupaten/Kota yang telah terbentuk, dan meningkatkan koordinasi yang berkolaborasi baik antara pihak sebagai wadah TPAKD,” imbuh.

Sementara Kepala Biro Bina Perekonomian Provsu Ernita Bangun menyatakan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan Coaching Clinic TPAKD sebagai sebuah wujud kebersamaan yanh keberpihakan secara bersama-sama membangun Sumut. Disisi lain juga berkontribusi terhadap program pembangunan di bidang sektor ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sambungnya berharap Pemda dapat mengalokasikan anggaran kegiatan TPAKD dalam APBD masing-masing, sebagaimana yang telah diamanatkan baik dalam radiogram Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang pembentukan TPAKD yang dipayungi regulasi Pemerintah yaitu lewat Permendagri No. 33 Tahun 2019 tentang Pedoman Penyusunan APBD.

“Alokasi APBD sebagai kegiatan TPAKD antara lain digunakan untuk pelaksanaan fungsi koordinasi, evaluasi, monitoring, dan juga secara khusus dalam pelaksanaan kegiatan langsung kepada masyarakat dan pelaku usaha skala mikro dan kecil, serta untuk bantuan subsidi program inklusi keuangan yang memang sejalan dan dibutuhkan,” ucapnya.

Sebagai narasumber Noor Hafid Kepala Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen, dan Reza Leonhard O. M Kepala Sub Bagian Kemitraan, Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Daerah. Coaching Clinic virtual itu dimoderatori Mangihut P. Aritonang Staf Kemitraan, Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Daerah.

Disisi lain ada beberapa poin penting dari hasil Coaching Clinic TPAKD yakni, komitmen bersama membangun fungsi koordinasi dan kolaborasi, optimalisasi pendataan UMKM potensial ke dalam Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) diperkuat dengan pendampingan langsung serta business matching akses keuangan pelaku UMKM dan masyarakat skala mikro dan kecil.

Selain itu komitmen bersama peningkatan literasi keuangan dan dukungan upaya target 100 persen kepemilikan rekening oleh pelajar di Sumatera Utara, dukungan anggaran TPAKD dalam APBD, serta rencana untuk implementasi Rakorda oleh TPAKD di Kabupaten/Kota yang saling berdekatan, tutupnya. (MR/ JB Rumapea)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif