Korps HMI Wati (Kohati) Cabang Kisaran- Asahan, Rayakan Milad ke-54, Dengan Dialog Publik Bertema “Citra Pelayanan Kesehatan Saat Pandemi Covid 19 Di Kabupaten Asahan”

SHARE
61 views

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Korps HMI Wati (Kohati) Cabang Kisaran- Asahan, merayakan milad ke-54 di Aula Barbara Cafe, Jl. Diponegoro Kisaran, Jumat (25/9/2020) siang kemarin.

Perayaan milad tersebut digelar dengan kegiatan dialog publik bertema, “Citra Pelayanan Kesehatan Saat Pandemi Covid 19 Di Kabupaten Asahan, diikuti lima puluhan peserta yang berasal dari kader Kohati, HMI dan mahasiswa.

Ketua Umum Kohati HMI Kisaran- Asahan, Rika Wulandari Nasution mengatakan, dialog ini digelar sebagai wadah diskusi kalangan mahasiswa Asahan bersama narasumber yang bertanggungjawab atas pelayanan kesehatan di kabupaten Asahan, yang hari ini mengalami penurunan yang sangat signifikan.

“Selain menjadi ajang untuk mempererat persaudaraan Kohati, perayaan dirangkai dengan dialog untuk membuka fikiran aktifis mahasiswa lebih kritis lagi,” katanya.

Dijadwalkan narasumber dalam kegiatan ini adalah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan dr. Elfina br Tarigan MKT namun karena ada agenda yang bersifat Insidentil dan penting sehingga diwakilkan oleh Hidayat Nasution yang menjabat sebagai Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Primer Dinkes Kabupaten Asahan.

Pada inti pemaparannya Hidayat Nasution, mengatakan bahwa pelayanan kesehatan yang ada di kabupaten Asahan masih jauh dari kata sempurna. “Karena sarana prasaran kita belum sempurna masih banyak kekurangan SDM kita yang belum mendukung sepenuhnya, baik itu dari tenaga- tenaga spesialis yang belum memadai sebagamana kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat Asahan”, ujar narasumber.

“Kondisi pelayanan kesehatan ini masih ditambah lagi dengan masalah pelayanan di era pandemic covid, yang menjadi menurun drastis karena tingkat kecemasan yang tinggi yang dialami tim medis dan masyarakat”, tambahnya.

Hidayat menilai, permasalahan pandemi covid 19 menimbulkan kepanikan yang sangat luar biasa yang mengganggu pelayanan kesehatan sehingga terjadi banyak faktor, antara lain, lambatnya pelayanan, penolakan di beberapa rumah sakit daerah, berita- berita yang menjelaskan permainan rumah sakit memanfaatkan covid agar mendapat tambahan dana segar yang informasinya ditelan mentah-mentah oleh masyarakat awam.

“Saat ini pada umumnya, terlihat masyarakat lebih takut dengan rumah sakitnya dari pada dengan virus itu sendiri. Padahal yang menjadi masalah utama adalah virusnya”, ungkap Hidayat.

Dialog publik ini berlangsung dengan baik dan hangat diikuti antusiasme peserta. Tampak hadir juga pada kegiatan dialog publik ini, Ketua HMI Kabupaten Asahan, Andri Hermawan Purba.(mr/rd)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif