Fraksi NasDem Minta Pemko Medan Genjot PAD Dimasa Pandemi COVID-19

Fraksi NasDem Minta Pemko Medan Genjot PAD Dimasa Pandemi COVID-19
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Fraksi Partai NasDem DPRD Kota Medan meminta agar Pemko Medan tidak harus berdiam diri menunggu berakhirnya pandemi COVID-19 baru melakukan aktivitas penggalian sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebab, tahun 2020 akan tersisa hanya empat (4) bulan lagi.

Hal ini seperti dibacakan oleh Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos dari Fraksi NasDem saat membacakan pemandangan umum Fraksi Partai NasDem DPRD Kota Medan terhadap Nota Penghantar Kepala Daerah atas Rancangan Peraturan Daerah Kota Medan Tentang Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kota Medan Tahun Anggaran 2020, di ruang paripurna gedung DPRD Kota Medan, Senin (7/9/2020).

Dikatakan Antonius D Tumanggor, pendapatan daerah pada perubahan APBD tahun 2020 yang bersumber dari tiga (3) pos penerimaan yaitu; 1. Dari pos pendapatan asli daerah pada perubahan APBD tahun 2020 menurun sebesar 31,19 persen dari total pendapatan daerah sebelum perubahan.2.Pos Dana Perimbangan menurun sebesar 9,22 persen terhadap total pendapatan daerah sebelum perubahan.3.Selanjuntya untuk pos lain-lain pendapatan daerah yang sah, pada perubahan APBD 2020 menurun sebesar 31,78 persen. 

” Untuk sektor penerimaan dari pajak daerah pada perubahan APBD Tahun 2020 ini direncanakan Rp.1,53 triliun lebih atau turun 30,10 persen dari target sebelum perubahan. Hal ini harus mendapat perhatian yang sangat serius mengingat waktu yang kian mendesak. Apa langkah dan tindakan pemerintah kota Medan dalam mengoptimalkan pemerimaan dari pajak daerah dan retribusi daerah tersebut?,” tanya Antonius.

Dilanjutkna Antonius lagi, bahwa fraksi Partai NasDem memandang bahwa pemerintah kota Medan belum maksimal dalam memanfaatkan potensi secara optimal, dalam hal ini mengetahui apa-apa saja langkah yag dilakukan oleh pemko Medan dalam upaya penggalian Pedapatan Daerah guna memenuhi tuntutan pembangunan kota yang semakin berkembang. “Dan sampai saat ini sudah berapa persen serapan anggaran pendapatannya,” tanya dia lagi.

Untuk belanja tidak terduga diarahkan kepada penanganan kondisi darurat yang meningkat 5 ribu persen dari sebelum perubahan dari 10 miliar menjadi 510 miliar atau yang dialokasikan untuk menangani wabah pandemi COVID-19 di Kota Medan.

” Kami juga ingin mengetahui konsep pemko Medan kedepan dengan adanya peningkatan anggaran yang begitu significant untuk mengatasi pandemi COVID-19 di kota Medan. Sementara itu, belanja langung setelah perubahan sebesar Rp.2,24 triliun lebih, atau mengalami penurunan sebesar Rp.1,2 triliun lebih,” sebutnya.

Fraksi NasDem juga meminta pemko Medan untuk terus mengevaluasi para SKPD yang meliputi program-program pembangunan infrastruktur penanggulangan kemiskinan, peningkatan pelayanan publik dan program lain yang langsung menyentuh masyarakat, agar peningkatan pembangunan dapat semakin tercapai.

Untuk dinas Kesehatan Kota Medan, Antonius D Tumanggor juga menyebutkan, agar terus berupaya meningkatkan ketersediaan fasilitas maupun sarana kesehatan dengan melakukan renovasi ataupun perbaikan gedung/bangunan puskesmas. ” Hal ini guna mendukung terlaksananya pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat kota Medan. Terkait dengan adanya perubahan peraturan oleh BPJS harus di iringi oleh kegiatan sosialisasi yang intensif kepada masyarakat dan diperlukan pemanfaatan teknologi dengan membuat aplikasi yang diakses langsung oleh masyarakat melalui telepon genggam,” terang nya.

Demikian juga hal nya dengan tantangan guru saat ini, sebab, bagaimana agar proses pembelajaran tetap dengan mengedepankan pencapaian tujuan pembelajaran melalui media pembelajaran daring yang ada dan dapat diaskses oleh kedua belah pihak antara guru dan siswa. Fraksi Partai NasDem berharap Pemko Medan dapat mengalokasikan anggaran dalam rangka pelaksanaan penyuluhan kepada orangtua murid, hal ini dikarenakan peran orangtua murid di rumah memegang peranan penting sebagai pendamping siswa pada saat pembelajaran daring.

Perhatian Buat Dinas Pertanian dan Perikanan

Untuk dapat mendukung dan menjamin peningkatan ketahanan pangan di Kota Medan, fraksi Partai NasDem melihat bahwa Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Medan harus tetap mendapat prioritas utama apalagi dimasa sulit saat ini. 

” Banyak terobosan melalui program-program dari dinas Pertanian dan Perikanan kota Medan yang sangat baik untuk peningkatan ketahanan pangan apalagi dimasa pandemi COVID-19 saat ini, untuk itu, diperlukan peningkatan kualitas dan sumber daya yang maksimal,” ujar Antonius.(mr/red)

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.