DPRD Samosir, Terima Masyarakat Hariara Pintu Terkait Sertifikat

SHARE
490 views

METRORAKYAT.COM, SAMOSIR – DPRD Samosir menerima kedatangan masyarakat Hariara Pintu terkait pemblokiran sertifikat tanah.

Pemblokiran sertifikat tersebut membuat masyarakat tidak nyaman mengerjakan lahan untuk bercocok tanam.

Melalui keterwakilan warga sebanyak puluhan orang diterima DPRD Perwakilan warga diterima DPRD puluhan orang dari Desa Hariara Pintu, Kec Harian, Kamis (13/8/2020) diruang rapat dewan Parbaba.

Warga disambut Ketua DPRD Samosir, Saut Martua Tamba ST, Ketua Komisi I, Saurtua Silalahi ST, Renaldi Naibaho, Nurmerita Sitorus, Romauli Panggabean, Polten Simbolon, Mangdalena Sitinjak hadir Kabag Hukum Sekdakab Samosir, Lamhot Nainggolan. dan anggota dewan Dapil 4 Jhonny Sagala.

Lewat perwakilan, Marjon Pasaribu menjelaskan kedatangan guna mempertanyakan kepada wakil rakyat persoalan pemblokiran sertifikat tanah.
“Warga sangat resah pemblokiran tersebut resah adanya informasi dari beberapa media cetak dan online terkait Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangururan memblokir 215 sertifikat tanah di Desa Hariara Pintu,” tegasnya.

“Atas pemblokiran tersebut warga merrasa resah tidak tenang lagi mengerjakan pertanian”, cetus Marjon Pasaribu diamin mereka secara serentak.

Selain itu, sertifikat sebagai hak milik dari Badan Pertanahan Nasional Samosir, atas dasar SK Bupati Toba No. SK 281 tanggal 26 Desember 2003.
Sambungnya, informasi, SK merupakan dasar penerbitan sertifikat hak milik di Hutan Tele milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir. Yang sebenarnya sebelum Kab Samosir sudah terbit SK 281 Bupati Tobasa.

Sehingga SK tidak berlaku di wilayah hukum Kab Samosir dan tidak menjadi dasar penerbitan ratusan sertifikat.

Komman Sitanggang dari desa yang sama menambahkan, Desa Hariara Pintu adalah dusun Desa Partungko Naginjang sebelum jadi Kab Samosir. Namun setelah SK 281, penduduk semakin berkembang di Hariara Pintu dimekarkan lah jadi satu Desa tahun 2011 yakni Desa Hariara Pintu dan Desa Huta Galung hasil pemekaran Desa Partungko Naginjang.

“Sekarang jumlah warga 400 KK lebih di Desa Hariara Pintu, atas dasar itulah warga meminta perlindungan serta solusi dari Dewan selaku wakil rakyat Samosir,” tegas Komman Sitanggang.

Ketua DPRD, Saut Martua Tamba ST mengatakan selaku wakil rakyat, pihaknya akan berupaya menyelesaikan dan mencari solusi terbaik agar masyarakat terbebas dari rasa kekhawatiran pemblokiran sertifikat tanah tersebut.

“DPRD siap memfasilitasi dan menjadi penghubung persoalan ini. Tetapi perlu waktu mempelajari mengkoordinasikan terlebih dahulu untuk langkah tepat sesuai prosedur hukum berlaku”, pinta Saut Martua Tamba.

Hal senada diucapkan Ketua Komisi I, Saurtua Silalahi, meminta warga bersabar Desa Hariara Pintu tetaplah beraktifitas seperti biasa dan mengolah lahan pertanian. (MR/JB Rumapea)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif