Turun Langsung Melihat warga Areal Pinggir Rel Bongkar Bangunan Sendiri, Antonius Berharap Pemko Sediakan Rusunawa

Turun Langsung Melihat warga Areal Pinggir Rel Bongkar Bangunan Sendiri, Antonius Berharap Pemko Sediakan Rusunawa
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Antonius Devolis Tumanggor,S.Sos, wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Satu Kota Medan merasa prihatin melihat kondisi warga masyarakat yang tinggal di sekitar pinggiran rel kereta api yang terkena rencana pelebaran jalur kereta api Medan-Binjai, Minggu (26/7/2020). Dimana, dimasa pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini, diketahui pihak PT KAI Divre Sumut Wilayah I, meminta kepada seluruh warga yang tinggal di sekitar areal jalur Kereta Api tersebut untuk membongkar sendiri bangunan milik mereka sampai batas tanggal 27 Juli 2020, sesuai dengan surat yang telah diterima oleh warga baru-baru ini.

Antonius didampingi Istrinya Boru Manurung sangat terharu sebab, diketahui bahwa kebanyakan warga yang tinggal di pinggir rel Kereta Api tersebut bekerja serabutan. Sehingga, dampak dari surat PT KAI Divre I Wilayah Sumatera Utara tersebut akan menyebabkan bertambahnya warga Kota Medan yang tidak memiliki tempat tinggal. 

” Kita ketahui, ditengah pandemi COVID-19 saat ini, kemana lagi warga pinggir rel Kereta Api yang terkena penggusuran tersebut akan tinggal. Untuk mencari sewa rumah saja saat ini sulit dan mahal, kalaupun ada yang kembali pulang ke kampung halamannya karena situasi COVID-19 saat ini tidaklah mudah, jadi mau kemana lagi nanti warga tersebut akan tinggal,” terang Antonius.

Pada kunjungan nya tersebut di daerah Jalan Pengayoman, Jalan Danau Poso dan Jalan Orde Baru, tanpa sungkan, Antonius Tumanggor duduk berbaur bersama warga pinggir rel di lokasi lintasan rel Kereta Api. Sambil memperhatikan kesibukan warga melakukan pembongkaran bangunan mereka masing-masing, Antonius Tumanggor banyak mendengar keluhan kesah masyarakat pasca persiapan penggusuran. Selain itu warga juga meminta pemko Medan menyediakan rumah susun bagi warga korban Penggusuran.

” Dalam waktu dekat ini, Fraksi Nasdem akan mendorong agar segera di bahas Ranperda Larangan Penggusuran sebelum ada tempat relokasi. Karena sangat banyak warga Kota Medan yang bakalan jadi korban penggusuran, terutama di daerah pinggiran rel kereta api. Jika digusur, mereka hanya mendapat biaya silaturahim atau tali kasih, nilainya hanya untuk ongkos angkut barang,” ujar Antonius.

Warga pinggiran rel tersebut sambungnya, sangat berharap adanya perhatian dari pemko Medan seperti penyediaan rumah susun bagi warga korban penggusuran. Karena warga korban penggusuran tersebut adalah warga kota Medan juga, hal ini dibuktikan dengan KTP dan Kartu Keluarga yang ada pada warga tersebut.

Tambah Antonius lagi, seharusnya, pihak PT.KAI dapat menggunakan hati nurani, dan memberikan tenggang  waktu hingga desember 2020 untuk proses pengosongan bangunan. 
“Sambil warga mencari tempat tinggal baru, sebelum melakukan pembongkaran,”ucapnya.

Ditengah kunjungannya tersebut, warga pinggiran rel Kereta Api terutama yang tinggal di Jalan Pengayoman mengucapkan terimakasih kepada wakil rakyat dari Dapil I tersebut atas kehadirannya melihat situasi dan kondisi warga pinggir rel. (MR/Red)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.