Sekian Tahun Beroperasi, SPPBE PT. NIJAL Simalungun Diduga Kuat Sudah Lama Sengaja Melakukan Pengurangan Isi Tabung LPG 3 Kg

Sekian Tahun Beroperasi, SPPBE PT. NIJAL Simalungun Diduga Kuat Sudah Lama Sengaja Melakukan Pengurangan Isi Tabung LPG 3 Kg
SHARE

METRORAKYAT.COM, SIMALUNGUN – Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) PT. Nusa Indah Jaya Alam Lestari (NIJAL) salah satu stasiun pengisian LPG yang berlokasi di jalan Siantar – Perdagangan Km 32,5 Huta IV Pematang Kerasaan, Kabupaten Simalungun diduga sudah lama melakukan kecurangan dalam pengisian tabung gas elpiji 3 kg. Hal ini berdasarkan pengakuan dari beberapa pangkalan/penyalur gas elpiji yang berada di sekitar wilayah Simalungun bahwa tabung yang mereka jual yang sumber pengisiannya berasal dari PT. NIJAL, ternyata isinya setelah ditimbang kurang dari 3 kg, tetapi hanya berkisar 2,6 kg – 2,8 kg. Terdapat kekurangan sekitar 200 – 400 gram per tabung.

Ketika awak media ini mencoba berbicang dengan maksud mengkonfirmasi kepada beberapa pengusaha pangkalan terkait kekurangan isi tabung LPG 3 kg tersebut, mereka mengakuinya. Bahwa kekurangan tersebut sebenarnya sudah cukup lama terjadi. Ketika dimintai tanggapannya, mereka mengaku pasrah dan tidak berani berbuat apa-apa.

“Iya sebenarnya kami sudah tahu perihal ini bang. Namun kami gak bisa berbuat apa-apa. Sebab kami ga pernah berurusan atau berhubungan langsung sama pihak SPPBE nya dalam hal ini si PT. NIJAL itu” Ujar salah seorang pemilik pangkalan yang identitas dan nama usahanya tidak mau dipublikasi karena khawatir ada di belakang hari terhadap usahanya.
“Jangankan untuk komunikasi dengan PT. NIJAL, ke agen saja kita jarang ketemu, bang! Ya paling kita berhubungannya sama supir truck pengangkut saja. Juga kita sebelumnya juga sudah sering mengeluhkan hal ini ke mereka, tapi tetap saja ga ada perubahan. Kami ga paham apa keluhan kami ini disampaikan ke agen penyalur atau tidak oleh supirnya”.

Terkadang warga yang datang membeli gas juga mau komplain ke kami. Mereka bilang “kok cepat-cepat kali lah habis gas kalian ini ya. Padahal pemakaian kami normal dan biasa aja” sebut pemilik pangkalan menirukan ucapan komplain salah seorang pembeli waktu itu. Bahkan sering mereka menuduh kami yang sudah kami pakainya gas itu kok cepat-cepat kali habisnya. Ternyata setelah orang abang datang takaran dan timbangan yang dari pabriknya yang kurang. Menghadapi situasi itu kami mau jawab apa? Memang itulah adanya gas yang diantar ke tempat kami. Ya terpaksa kami bersabar dan terkadang mengambil sikap diam saja. Makanya sekarang kami bersyukur kalau masalah ini terbongkar supaya masyarakat tidak berprasangka buruk lagi terhadap kami para pemilik pangkalan gas ini. Dan kami pikir teman-teman yang lain juga di Simalungun sesama pemilik pangkalan setuju dengan pendapat saya ini” tandasnya.

Sebagaimana telah diberitakan oleh media ini pada, Senin (01/06/2020), baca: https://metrorakyat.com/2020/06/disinyalir-ingin-raup-keuntungan-lebih-sppbe-nusa-indah-jaya-alam-lestari-diduga-kuat-sengaja-kurangi-isi-tabung-lpg-subsidi-3-kg-2-4-ons-per-tabung/.

terkait dugaan kecurangan yang dilakukan oleh PT. NIJAL, ketika hal ini coba dikonfirmasi kepada Managernya, namun jawaban dari seberang terkesan menghindar dan malah meminta jika ada temuan terkait kinerja kantor/ perusahaan mereka yang menyangkut gas elpiji 3 kg untuk menyampaikannya langsung ke pihak Pertamina.

Hingga berita ini sampai ke meja redaksi belum ada penjelasan resmi dari pihak PT. NUsa Indah Jaya Alam Lestari terkait semua ini. Hanya balasan permintaan via pesan singkat whatsapp untuk dikirimi foto bukti segel plastik putih bertuliskan NIJAL sebagai pertanda kalau itu benar tabung milik mereka. Setelah bukti segel putih dikirimkan sembari berkata ” Baik Pak,,,,Nanti sm2 kita Buktikan ya Pak.
Mohon maaf Sblmnya ya Pak”. (MR/Tim/Red)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif