Wkl Ketua DPRD Samosir, Gugus Tugas Covid-19 Jangan Buang Badan Saat Karyawan Hotel Pingsan

Wkl Ketua DPRD Samosir, Gugus Tugas Covid-19 Jangan Buang Badan Saat Karyawan Hotel Pingsan
Bagikan

METRORAKYAT.COM, SAMOSIR – Di saat seorang karyawan hotel Oyo Wisata Pangururan, Putra Hasibuan (19), tiba-tiba pingsan, Senin malam (25/5/2020), sekira pukul 21.00 WIB, masyarakat di sekitar lingkungan hotel tersebut merasa ketakutan.

Karyawan saat diinformasikan sudah 5 bulan bekerja di hotel yang berada di pusat Kota Pangururan Kab Samosir. Ia sempat lama tergeletak karena warga takut memberi pertolongan akibat pandemi Covid-19.

Wakil Ketua DPRD Samosir, Nasib Simbolon, yang kebetulan berada di lokasi kejadian, langsung berinisiatif menghubungi Gugus Tugas Penanganan Percepatan (GTP) Covid-19 Kab Samosir untuk memberikan pertolongan.

“Namun sangat disayangkan, beberapa petugas di Gugus Tugas buang badan”, terangnya. Nasip Simbolon, yang dilansir metrorakyat.com Selasa (27/5/2020) di Gedung DPRD Samosir di Parbaba.

Dijelaskan Nasib, mungkin karena sekarang ini masa pandemi Covid-19, masyarakat takut memberi pertolongan kepada si korban. Untuk itu kita segera menghubungi GTPP agar mengevakuasi ke rumah sakit.

“Ambulans baru tiba setelah 2 jam dan hanya sopir yang datang tanpa didampingi tim medis lainnya,” ujar Nasib kecewa.

Nasib mengaku menghubungi Kadis Kesehatan, tapi handphonenya tidak aktif. Sementara Direktur RSUD dr Hadrianus Sinaga, Friska Situmorang meminta karyawan hotel itu ditangani Puskesmas.

Politisi PKB ini pun meminta Bupati Samosir Rapidin Simbolon mengevaluasi kinerja jajarannya. “Ini khusus bagi Kadis Kesehatan dan Direktur RSUD Hadrianus Sinaga,” tegasnya.

Juru Bicara GTPP Covid-19 Kab Samosir, Rohani Bakara SPd, MM menjelaskan, karyawan yang tergeletak dan dibawa ke rumah sakit itu tidak termasuk kategori ODP/PDP.

“Berdasarkan pemeriksaan skrining Covid-19 di RSUD Hadrianus, pasien dirawat dengan epilepsi,” tegas dia.

Dijelaskan Rohani, setelah diberi penanganan oleh tim medis, pasien dipulangkan karena kondisinya sudah stabil. “Berdasarkan riwayatnya, sejak usia 3 tahun sudah menderita epilepsi,” tutupnya. (MR/JB Rumapea)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.