ODP di Samosir Dua Orang, per Selasa 5 Mei 2020
METRORAKYAT.COM, SAMOSIR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir lewat Dinas Kominfo menerangkan bahwa ada dua (2) Orang Dalam Pemantauan (ODP) Selasa (5/5/2020), yang sebelumnya hanya satu orang. Namun di hari berbeda bertambah 1 orang terhitung mulai Selasa (5/5/2020).
“Mari kita hindari stigmatisasi ODP karena mereka belum positif terpapar dan diminta melaksanakan isolasi mandiri selama 14 (empat belas) hari ke depan) dan tetap berada dalam pantauan tim kesehatan yang dihunjuk. Kita berharap, mereka yang ODP tidak menjadi PDP dan bahkan bebas dari infeksi virus Corona (Covid-19),”ujar Dinas Kominfo.
Kepala Dinas (Kadis) Kominfo Samosir Rohani Bakkara yang sekaligus Juru bicara Covid-19, lewat siaran pers diterima metrorakyat.com, Selasa (5/5) mengajak agar kita membangun pemahaman ODP merupakan satu cara untuk memastikan perkembangan kesehatan seseorang setiap saat dalam pantauan untuk menghindari transmisi lokal secara masiv.
Karenanya, ajak Rohani, mari kita laporkan secara persuasif kepada kepala desa kita setiap orang yang datang dari zona merah lokal, nasional dan internasional untuk direkomendasikan isolasi mandiri atau rumah sakit. Yakinkan diri kita dan ODP, kita tidak menstigmatisasi mereka yang ODP melainkan memberikan pemahaman ‘tracing’ dan ‘tracking’ untuk kebaikan bersama.
Menurut Rohani, secara umum, orang yang kita jumpai memiliki dua kemungkinan—dengan imunitas tubuh yang tinggi dan yang rendah. Bagi yang tinggi imunitasnya, tidak terdapat gejala klinis terinfeksi dan memiliki potensi untuk menginfeksi orang dengan imunitas rendah. Karenanya, mari kita tetap tenang dan waspada dan berperilaku jujur, jika kita merasakan gejala, kita konsultasikan dengan puskesmas atau rumah sakit terdekat daripada beraktivitas seperti biasa dan tanpa sadar telah menginfeksi orang-orang di sekeliling kita.
“Di samping itu, mari kita tingkatkan pemahaman kita dengan membaca protokol-protokol yang dirilis pemerintah pada situs https://covid19.go.id/p/protokol. Mari akses situs tersebut agar kita terinformasi dengan baik dan mampu mengedukasi orang di sekitar kita, terangnya.
Dari data, Selasa (5/5/2020), secara nasional, positif 12.071, sembuh 2.197, meninggal 872. Sedang di Sumatera Utara, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 154, Positif RT-PCR (Rapid Test-Polymerase Chain Reaction) 130, Meninggal 14, Sembuh 43 orang.
Fi Sumut ada tiga Kabupaten/Kota, Positif RT-PCR tertinggi dimiliki oleh Medan (98 orang), Deli Serdang (12 orang) dan Pematang Siantar (6 orang), ujarnya. (MR/JB Rumapea)
