Kunjungan Wisman ke Sumut Turun 49,03 Persen
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Di bulan Februari – Maret kunjungan wisatawan manca negara (wisman) mengalami penurunan yang cukup tajam berada di kisaran 49,03 persen. Kepala Badan Pusat Statik (BPS) Sumut, Syech Suhaimi menerangkan bahwa perkembangan perekonomian Sumut melalui live streaming di channel youtube, Senin (4/5/2020).
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sumut turun tajam sejak Januari 2020. “Kondisi ini tentu sangat berdampak pada perkembangan ekonomi kreatif,” terangnya.
Kunjungan wisman di bulan Februari – Maret turun 49,03%. Secara year on year (yoy) juga terjadi penurunan sebesar 63,73%. “Penurunan tampak di semua pintu masuk Sumut,” terangnya.
Dimana jumlah wisman yang datang melalui Kualanamu pada periode Februari – Maret 2020 turun 48,66%, yakni dari 14.364 orang menjadi 7.375 orang. Penurunan lebih besar terjadi di Bandara Silangit. Jika bulan Februari jumlah wisman yang terkunjung mencapai 849 orang, di Maret 2020 menjadi hanya 332 orang, atau turun 60,90%.
Lalu, wisman yang datang melalui Belawan turun 66,67% dari 6 orang menjadi 2 orang. Kemudian yang datang melalui Pelabuhan Tanjungbalai Asahan pada Februari 2020 sebanyak 148 orang, dan di Maret 2020 sebanyak 123 orang.
Dari sepuluh negara pasar utama wisman pada Maret 2020, Malaysia masih mendominasi jumlah wisman yang datang di Sumut yaitu 51,61 persen, diikuti oleh Singapura 5,02%, Jerman 2,82%, Inggris 2,00%, Perancis 1,60%, Amerika Serikat 1,52%, Belanda 1,42%, Australia 1,21%, India 1,15%, dan Thailand 1,05%. “Jumlah wisman dari sepuluh negara tersebut adalah 69,39% dari total kedatangan wisman di Sumut,” terangnya.
Jumlah kedatangan wisman selama Maret 2020 dari sepuluh negara utama tersebut, lanjut dia, mengalami penurunan 47,55% dibanding bulan sebelumnya. Demikian juga dari negara lainnya turun 52,11%. Persentase penurunan terbesar terjadi pada wisman asal negara Belanda sebesar 85,38%.
Sedangkan di periode bulan Maret 2020, jumlah wisman dari sepuluh negara utama tersebut juga mengalami penurunan 62,04% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu dari 14.318 kunjungan pada tahun 2019 turun menjadi 5.435 kunjungan pada tahun 2020. “Persentase penurunan tertinggi terjadi pada wisman asal negara Singapura sebesar 75,00,” tutupnya. (MR/JB Rumapea)
