Walau Covid-19, Pedagang Luar Samosir Tetap Diperbolehkan Masuk
METRORAKYAT.COM, SAMOSIR – Walaupun wabah virus Corona (Covid-19), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir tetap membuka pintu kepada pedagang luar Samosir bisa masuk.
Bupati Samosir Drs Rapidin Simbolon MM melalui Kepala Dinas Pendapatan (Kadis Bapenda) Kabupaten Samosir, Hotraja Sitanggang menjelaskan bahwa para pedagang yang dari luar Samosir tetap bisa masuk untuk berdagang. Tentu tidak lain Samosir merupakan salah satu kabupaten yang terletak dikawasan Danau Toba, dimana posisi tersebut berada ditengah-tengah dan dikelilingi air Danau Toba, berbentuk letusan Gunung Toba 74.000 Tahun, jelas Hotraja Sitanggang kepada wartawan di Pangurura, Jumat (17/4/2).
Selain letaknya yang ditengah Danau Toba, tentu sangat sulit guna pemenuhan semmbako. Jika Ingin masuk kepulau Samosir, Satu-satunya jalur darat yang dapat ditempuh hanya melalui Puncak Tele, selain itu memakai jalur danau dengan kapal Ferry dan kapal kayu. Pintu masuk melalui jalur danau dari Simalungun menuju Simanindo, Ajibata menuju Ambarita dan Tomok, Balige menuju Iman Runggu dan Muara menuju Nainggolan.
Masyarakat Samosir mayoritas berpenghasilan tani dan nelayan serta sebagian mengandalkan kepariwisataan. Untuk kebutuhan beras dan ikan dan bahan Sembako lainnya, masyarakat Samosir masih mendatangkan dari luar daerah. Tingginya biaya Operasional pemasok bahan Sembako dan kebutuhan lainya yang datang dari luar daerah membuat harga beli di Samosir beda dengan kabupaten lain sekitar kawasan danau toba.
Akibat wabah Virus Corona membuat harga kebutuhan sembako meningkat, selain banyaknya pihak produsen dan grosir barang yang menutup usahanya disertai dengan peraturan pemerintah yang menghimbau agar masyarakat tinggal dirumah guna memutus rantai penyebaran Virus Covid-19.
Hal ini menyebabkan perekonomian semakin sulit ditambah lagi banyaknya berita-berita yang tidak akurat akan himbauan dan peraturan yang dibuat pemerintah.
Kepala Dinas Pendapatan Kabupaten Samosir, Hotraja membantah dengan adanya berita yang mengatakan bahwa pedagang dari luar kabupaten Samosir tidak dapat masuk ke kabupaten Samosir.
“Kita tidak ada melarang pedagang dari luar Samosir untuk masuk ke Samosir, cuma kita lebih memperketat pemeriksaan kepada para pedagang yang masuk, apalagi jika mereka berasal dari Zona merah,”ujar Kadis Pendapatan Usai dihubungi Gajahtobanews, Rabu (15/04/2020).
Hal ini dapat dimaklumi dengan jawaban kadis pendapatan, jika kebutuhan Sembako dan lainya yang dibawa para pedagang dari luar Samosir akan menyebabkan lumpuhnya perekonomian di kabupaten Samosir. Seperti Barang-barang kebutuhan seperti Alat Tulis kantor (ATK) yang dibutuhkan para instansi pemerintah akan dapat menggangu kinerja di pemerintahan kabupaten samosir.
“Seperti hari onan (pasar) yang setiap hari rabu dilaksanakan, maka jual beli akan terjadi dimana hampir seluruh masyarakat kabupaten dari di sembilan kecamatan akan datang guna melaksanakan jual beli. Kita hanya memberikan himbauan agar para pedagang pembagi barang (grosir) tidak lagi berbaur dengan masyarakat pembeli seperti biasanya, mereka akan menunggu ditempat yang telah disediakan menunggu pihak pedagang pengecer datang untuk membeli batang dagangannya,”terang Hotraja.
Pasar (onan) Panggururan merupakan onan terbesar di kabupaten Samosir dan juga ibukota kabupaten, pasar ini menjadi tujuan para pedagang dari luar Samosir guna membagi barang-barang yang mereka bawa kepada para pengecer yang ada di kabupaten Samosir.
“jika para pedagang itu tidak masuk, bagaimana kita masyarakat Samosir akan memenuhi kebutuhan lain selain beras dan sayur mayur,?? kita juga menghimbau pada mereka agar menjaga kesehatannya juga dengan memakai masker serta menjaga jarak, dan kita berkeliling sekitar onan menghimbau pedagang dan pembeli agar saling menjaga jarak serta tetap memakai masker seperti anjuran pemerintah. Jika ada yang bilang bahwa pedang dari luar Samosir dilarang masuk, saya katakan tidak, cuma mereka mesti memakai masker dan sarung tangan,”tutupnya.(mr/JB.Rumapea)
