Dampak Wabah Covid – 19, Pemerintah Diminta Siapkan Dana Talangan Kopi Rp 3,3 Triliun
METRORAKYAT.COM, BENER MERIAH – Ditengah penyebaran wabah covid-19 yang melanda dunia, membuat perekonomian masyarakat tidak stabil. Salah satunya komoditi kopi yang merupakan sendi kehidupan masyarakat dataran tinggi Gayo juga mengalami harga anjlok.
Darussalam ST politisi demokrat yang merupakan anggota Bangar (Badan Anggaran) dan Anggota Komisi C DPRK Bener Meriah) kepada media Kamis (09/04/2020) mengatakan jika kemungkinan terpuruk tidak ada kesepakatan pembelian dari buyer luar negeri (ekspor kopi), maka Pemerintah harus menyiapkan dana talangan.
Menurutnya, jika estimasi harga perkilogram Rp 75000, maka perlu kebutuhan dana talangan mencapai Rp. 3.312.000.000.000, 00 (tiga triliun tiga ratus dua belas milyar).
Perkiraan jumlah dana talangan yang harus ditanggung Pemerintah ini berdasarkan perhitungan produksi kopi di dua kabupaten, yakni Bener Meriah dan Aceh Tengah.
Berdasarkan data, rata-rata produksi kopi dari dua wilayah tersebut adalah 66,249,275 ton pertahun berarti produksi perbulannya adalah 5520,77 ton.
Saat ini yang sudah terealisasi berdasarkan estimasi perdagangan Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah selama kurun waktu Januari sampai dengan April 2020 adalah 22,083 ton. Yang belum terealisasi terhitung dari bulan Mei sampai dengan Desember 2020 mencapai 44,160 ton, (7/04/2020).
“Pemerintah juga harus menyiapkan untuk kebutuhan industri distribusi, transportasi dan logistik yang diperkirakan kurang lebih mencapai 1 triliun,” pungkasnya.
Sementara itu, Zulham Ketua Banleg DPRK meminta kepada Bupati Bener Meriah untuk berkoordinasi dengan Gubernur Provinsi Aceh dan diteruskan kepada kementerian yang terkait untuk merealisasikan dana tambahan APBN 2020 di sektor industri.
Pemerintah Aceh diminta merealokasikan dana talangan sebanyak 3,31 triliun juga anggaran untuk menyediakan fasilitas industri, distribusi, dan transportasi logistik. (MR/RN)
