Akibat Covid-19, Harga Kopi di Samosir Turun, Pemkab Sosialisasi ke Petani
METRORAKYAT.COM, SAMOSIR – Akibat wabah virus pandemi corona (Covid-19) harga komoditi kopi di Samosir anjlok pada bulan April 2020 sebesar Rp15 ribu per kg, sebelumnya bulan Januari Rp22 ribu per kg.
Selanjutnya pada bulan Februari sampai Maret Minggu ke dua Rp20 ribu dan Maret Minggu ke tiga turun Rp18, Minggu ke empat turun lagi sebesar Rp17 ribu dan di bulan April berada di kisaran Rp15 ribu, papar Kadis Pertanian Victor Sitinjak melalui Kabid Perkebunan Jabendeus Banjarnahor SP kepada metrorakyat.com melalui WA, Kamis (9/4/20) Pangururan.
Lanjut Jabendeus, sedang produksi di bulan Januari hingga Maret 2020 mencapai 400 – 500 ton (gabah), dan cenderung menurun dari tahun sebelumnya akibat kondisi semakin tua.
“Turunnya harga kopi kemungkinan besar karena wabah virus corona (Covid-19) dan hasil produksi pertanian menurun,”tukas dia.
Menurut Jabendeus, estimasinya produksi hasil pertani kopi mencapai 500 ton di bulan April – Mei karena panen raya, tetapi kemungkinan tidak tercapai akibat Covid-19. Penurunan harga kopi dan produksi hasil petani bukan hanya di Samosir saja, juga terjadi di daerah Aceh. Akibat turunnya harga kopi di Samosir, membuat para toke besar dari luar Samosir tidak mau kembali kembali lagi disamping wabah Covid-19 atau Sosial Distance.
Jabendeus menambahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir telah melakukan yang terbaik kepada petani kopi melalui petugas dengan cara mengumpulkan PPL di lapangan.
“Terkhusus ke petani kopi yang berdambak Covid-19. Katanya lagi, dimana PPL di tugaskan untuk mensosialisasikan ke petani bila bahan pangan masih tersedia di rumah para petani, sebaiknya kopi disimpan secara baik dan benar menunggu Covid-19 mereda. Salah seorang petani bermarga Simbolon mengatakan sangat berteima kasih kepada Pemkab Samosir yang telah memperhatikan petani kopi melalui petugas PPL. Kami juga sangat mengharapkan kenaikan harga kopi stabil kembali,”ungkapnya. (MR/ JB Rumapea).

