oleh

Ini Ungkapan Warga Indonesia di Negara Singapura Terkait Virus Corona

SHARE
234 views

METRORAKYAT.COM, BEDOK (SINGAPURA) – Wabah Virus Corona (Covid-19) yang sudah menyebar ke hampir seluruh belahan dunia tentunya telah membuat panik dan kawatir seluruh umat manusia. Penyebaran virus Corona Covid-19 yang tergolong cepat, hal ini membuat beberapa negara mengeluarkan kebijakan dengan ada yang melakukan lock down dan mengistirahatkan warga mereka untuk sementara. Meskipun tidak semua negara memberlakukan Lock Down, namun kekawatiran berlebihan terkait virus Corona (Covid-19) ini membuat semua masyarakat di belahan dunia menunda segala aktivitas mereka yang tentunya juga mempengaruhi perekonomian mereka.

Seperti yang di utarakan oleh VS (43), salah seorang warga negara Indonesia asal Sumatera Utara yang telah lama menetap dan tinggal di Kota Bedok salah satu wilayah paling Timur di kota Sinagpura, Minggu (22/3). Menurut VS, virus Corona (Covid-19) juga telah sampai ke negara tersebut, namun penyebarannya lambat. ” Pemerintah di sini langsung cepat dan tanggap dalam penanganan untuk pencegahan penularan virus Corona tersebut. Sebagai contoh, jika ada penderita virus Corona yang berasaldari salah satu gedung, maka pemerintah akan mengosongkan gedung 1 sampai 2 minggu, dan aktivitas kantor dikerjakan di rumah, sementara gedung dilakukan pembersihan,” ujarnya.

Selain itu, kesadaran warga Singapura untuk peduli kesehatan juga ditunjukkan dengan menyiapkan sabun atau pembersih tubuh seperti Hand Sanitizer dan sejenisnya, dan itu hampir ada di setiap tempat termasuk lift.

” Kalau sekolah, ya, disini mungkin sama dengan di negara Indonesia, sekolah-sekolah untuk sementara waktu diliburkan, namun aktivitas belajar dan mengajar tetap berlangsung dirumah dengan memanfaatkan fasilitas internet. Termasuk tempat ibadah seperti acara kebaktian di Gereja hingga Minggu depan ditiadakan dahulu, kemungkinan begitu juga dengan rumah ibadah lainnya di negara Singapura,” ujar VS yang mengaku sudah memiliki istri dan seorang anak dan tinggal di negara Singapura.

Untuk penerbangan sendiri, lanjut VS, tanggal 23 Maret belum di berikan untuk di Bandara Changi Airport. Termasuk singgah dan transit.

” Untuk penderita virus Corona itu sendiri, setahu saya di kota ini sudah ada terkena 380 an, namun sudah banyak juga yang sembuh dan sudah di pulangkan ke rumah mereka masing-masing. Kami sangat kagum atas pelayananan dan penanganan pasien virus Corona di negara ini, pemerintahnya langsung cepat mengedukasi dan mengobati, sehingga tidak sampai mewabah dan memakan banyak korban. Jika pun ada yang meninggal, memang dilihat usianya sudah tua dan sebelumnya memang sudah sakit-sakitan,” terangnya.

Sambungnya, kalau untuk orang Indonesia di kota nya, setahu VS hanya ada sekitar 3 sampai 5 orang yang terkena virus Corona, namun diketahuinya sudah sembuh. ” Awalnya ada orang Indonesia dan pemilik toko terkena gejala virus Corona, saat itu diketahui ada banyak turis cina datang ke toko mereka, namun saat ini juga sudah sembuh.

Aktivitas di Kota Bedok-Singapura menurut VS masih tetap normal, namun pemerintah menganjurkan kepada warganya untuk lebih banyak berdiam diri di dalam rumah dan melakukan aktivitas sementara di rumah saja. “

Ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus yang kita sendiri tidak tahu dari mana datangnya. Saat ini kami dianjurkan untuk setiap hari memeriksa (Pagi dan Sore) mengukur suhu tensi badan dan rajin membersihkan tangan dengan Sabun atau Hand Sanitizer. Jika di gedung Hand Sanitizer habis, kami juga mau untuk mengisinya sendiri, karena di sini kesadarannya sangat tinggi,” terangnya.

Karena kesigapan pemerintah Singapura dalam mengantisipasi penyebaran Virus Corona, membuat seluruh warga Singapura lebih mempercayakan penanganan kesehatan virus Corona kepada pemerintah nya.

“Kami warga di sini juga berharap, wabah Virus Corona dapat segera berakhir, dan semoga pemerintah tidak melakukan Lock Down,” pungkasnya. (MR/red)

Breaking News