Cegah Covid-19 Kantor Bursa Efek Tutup di Medan Hingga 5 April
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Medan tutup untuk sementara waktu hinggal tanggal 5 April 2020 kembali buka. “Hal ini di lakukan untuk mengantisifasi Virus Corona (Covid-19) yang semakin meluas,” demikian di ungkap oleh Kepala Perwakilan BEI Wilayah Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Pintor kepada media, Jumat (27/3/20) di Medan kemarin.
Dijelaskan Pintor, ini merujuk arahan pemerintah, per 24 Maret – 5 April, bahwa Kantor BEI Sumut tutup guna mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19). Untuk pekerjaan tetap dilakukan di rumah masing-masing, sesuai arahan pemerintah.
“Untuk itu kita harus tetap jaga kesehatan, banyak minum air hangat, olahraga, dengan menerapkan perilaku bersih hidup sehat”,tukas Pintor.
Menurutnya, dengan adanya Covid-19 semua perwakilan kantor BEI termasuk pusat tutup hingga batas waktu yang di tentukan, namun karyawan tetap bekerja di rumah sendiri.
“Kantor Perwakilan tutup daerahnya sudah ada kasus Covid-19. Jadi mungkin masih ada 4 atau 5 Perwakilan lagi beroperasi, itu pun akan tutup apabila tidak memungkinkan,” cetus dia.
Di singgung mengenai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat mengalami kenaikan akan tetapi langsung drop. Dimana hingga penutupan sesi 1 berada di -27.122 poin, yang artinya sebanyak 210 emiten turun atau berada di zona merah sahamnya, sedangkan 148 emiten lagi hijau.
“Sektor perbankan rata-rata memerah, cuma tadi BCA aja yang naik dengan gabahnya,” pungkas Pintor lagi.
Lanjut dia menjelaskan, pembukaan perdagangan Selasa (24/3) pagi, IHSG memang menguat di level 4.003,87.
Namun sejauh ini IHSG menguat di kisaran level 4.052.36. Kinerja IHSG mengalami penguatan seiring membaiknya kinerja indeks bursa Asia, dimana salah satu bursa di Asia yakni Nikkei Jepang mengalami penguatan sekitar 5 persen.
Optimisme pelaku pasar di Asia terjadi dikarenakan Bank Sentral AS atau The Fed yang akan menggelontokran sejumlah paket setimulus. Namun penutupan di sesi pertama IHSG drop lagi.
Indeks bursa Dow Jones di AS kembali ditutup negatif diatas 3 persen setelah Presiden AS gagal mengajukan program dana untuk penanganan Covid 19 di DPR AS.
Menurutnya, kinerja pasar saham di AS mengalami keterpurukan menyusul penurunan yang sama di sejumlah bursa di Eropa. Dari sisi eksternal pelaku pasar masih mengkuatirkan pandemic virus corona yang menjadi pemicu memburuknya pasar keuangan global terakhir ini.
Di sisi lain berbeda, mata uang rupiah pada perdagangan kemarin juga bergerak dengan fluktuasi yang cukup lebar dimana sempat mengalami pelemahan hingga di atas 17 ribu per dolar AS.
Namun langkah Bank Indonesia dalam menstabilkan rupiah dinilai mampu membuat rupiah tidak mengalami pelemahan yang lebih dalam. Pada sesi pembukaan perdagangan pagi ini, rupiah mengalami penguatan di kisaran level 16.475 per dolar AS.
Rupiah sepertinya akan mampu keluar dari tekanan dolar AS dikarenakan Bank Sentral AS akan kembali menggelontorkan stimulus guna membantu akselerasi laju ekonomi di AS yang tertekan akibat Covid-19.
Namun, stimulus yang digelontorkan AS pada saat ini saya perkirakan tidak akan menolong Rupiah.
Berbeda saat AS dilanda krisis ekonomi pada 2008/09 silam. Dikarenakan gelontoran stimulus akan lebih banyak digunakan oleh masyarakat AS untuk konsumsi.
Disisi lain penyebaran covid 19 membuat banyak instrumen keuangan di dunia mengalami penurunan harga.
Sedangkan masyarakat global disibukkan lebih banyak mengisolasi dirinya ketimbang banyak melakukan aktifitas bisnis.
Alhasil, gelontoran stimulus di AS yang dulu sempat membuat rupiah menguat tajam, saat ini dampaknya tidak akan begitu dirasakan oleh rupiah. Meskipun tetap membuat rupiah lebih stabil, katanya mengakhiri. (MR/ JB Rumapea).
