Warga Kelurahan Sei Putih Barat Sepakat Tolak Paham Radikalisme
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Antisipasi masuknya paham radikalisme ditengah-tengah masyarakat, warga Jalan Jangka Kelurahan Sei Putih Barat Kecamatan Medan Petisah rutin melaksanakan kegiatan pengajian setiap hari Selasa. Hal ini diyakini mampu meredam paham radikalisme dan mempertebal rasa ke Islam-an sehingga paham-paham radikal yang dibawa oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab dan mengaku Islam tidak gampang masuk dan mempengaruhi warga masyarakat.

Seperti diutarakan oleh Drs.H.Ust.Adlan Sirait saat di wawancarai oleh awak media usai memberikan siraman rohani atau Tauziah kepada warga di kelurahan Sei Putih Barat Kecamatan Medan Petisah yang dihadiri juga Kepala Lingkungan 3 bernama Putra, dan Ibu-Ibu perwiritan yang dilaksanakan di kediaman Ibu Fatimah beralamat di Jalan Jangka Nomor 83 Kelurahan Sei Putih Barat. Selasa (4/2/2020).
Menurut Drs.H.Ust.Adlan Sirait yang juga bertugas di Kantor Departemen Agama Kota Medan ini, bahwa, ajaran agama manapun didunia ini tidak ada yang membenarkan perbuatan kejam dan keji apalagi sampai mati dengan cara bunuh diri dan turut serta melukai orang lain. ” Islam sekalipun tidak ada mengajarkan untuk berbuat kasar dan kejam apalagi sampai membunuh oranglain. Ini yang harus kita pahami. Sebab, dalam Alquran itu ada dituliskan, ajaklah manusia itu kepada petunjuk Tuhan dengan bijak, jadi sudah jelas Islam melarang segala bentuk kekerasan pada manusia dan mahluk hidup lainnya,” jelas Ust.Adlan Sirait.
Sambung Ust.Adlan Sirait lagi, bahwa peran orangtua dalam mengawasi anak-anak nya perlu semakin di tingkatkan, jadi bukan hanya mempercayakan tanggungjawab anak mereka pada sekolah saja, namun juga peran orangtua terutama kaum Ibu-Ibu untuk mengetahui tindakan anak-anak mereka diluar sekolah dalam kesehariannya. ” Sebab, kita tidak tahu apa saja yang akan mempengaruhi anak-anak kita diluar sana, termasuk juga paham radikalisme yang berusaha ditularkan oleh orang-orang yang mengaku Islam namun tidak Islam yang sesungguhnya, akibatnya anak-anak kita menjadi jauh dari Islam yang sebenarnya, dan parahnya lagi menjadi terlibat teroris,” jelasnya.
Dijelaskan lagi, bahwa dalam ceramah yang dilakukannya disetiap kelurahan dan bahkan lingkungan adalah bagaimana agar warga masyarakat, terutama para orangtua mampu membimbing anak-anak mereka sehingga makin dekat kepada Tuhan. ” Anak-anak diajak untuk rajin Sholat ke Masjid, lebih sering berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Niscaya dengan demikian anak tidak mudah terkontaminasi paham-paham radikal dan terhindar dari perbuatan yang melanggar hukum,” terang Drs.H.Ust.Adlan Sirait.
Apalagi, tambah Ust,Adlan Sirait diketahui bahwa pelaku bom bunuh diri yang terjadi di halaman Kantor Polrestabes Kota Medan tahun lalu adalah warga di kelurahan Sei Putih Barat. Meskipun, diketahui tidak terkontaminasi di lingkungan asalnya, namun itulah akibat kelalaian orangtua mengawasi kehidupan sehari-hari anak-anaknya di luar pendidikan formal.
” Sebenarnya apa yang dicari oleh para pelaku Radikal atau pelaku bom bunuh diri tersebut, apakah harus dengan cara-cara seperti itu (bunuh diri dan membunuh-red) agar dia merasa membela kebenaran menurut versinya. kan masih ada cara-cara lain jika merasa apa yang dilihatnya itu tidak benar menurutnya. Tetapi secara Islam mti bunuh diri apalagi sampai melukai oraglain adalah tidak dibenarkan, kalaupun mati, dosanya juga tidak diampuni dan dipastikan tidak akan ke sorga, karena Agama melarang itu,” tegasnya.
Untuk itu, Ust.Adlan Sirait yang lebih sering melakukan tauziah ke rumah-rumah, mesjid dan pesantren di kecamatan Medan Petisah ini meminta kepada warga masyarakat untuk tidak gampang terpancing dan terpengaruh paham-paham radikal. Sebab, Negara Indonesia adalah negara yang memiliki banyak suku, agama, adat istiadat dan budaya yang tergabung dalam NKRI dibawah Pancasila. “Sehingga dari situ dapat diambil bahwa kita semua adalah bersuadara satu dan yang lain,” pungkasnya.
Amatan wartawan di lokasi, usai melaksanakan pengajian, para Ibu-Ibu tersebut serentak meneriakkan yel-yel menolak ‘Paham Radikal’ ada di Kelurahan mereka tinggal.(mr/red)


