Rekontruksi Kasus Pembunuhan oleh Duo Chaniago di Gelar 16 Adegan

Rekontruksi Kasus Pembunuhan oleh Duo Chaniago di Gelar 16 Adegan
SHARE

METRORAKYAT.COM, MEDAN AREA– Dalam Rekonstruksi Kasus penganiyaan secara bersama-sama yang mengakibatkan tewasnya korbanya Husnul Nasution dilakukan oleh Wanda Chaniago dan adiknya Teddy Chaniago ( DPO ), yang terjadi pada hari Kamis (26/12/2019) jam 21:00 WIB, di Jalan Rawa Cangkuk I, Gang Siti Khadijah, Kelurahan Tegak Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denai, digelar didepan Mapolsek Medan Area
dilaksanakan dalam 16 adegan. Senin (24/2/2020) Jam 13:00 WIB

Ket gambar : jenazah Husnul Nasution saat di Kamar mayat RS Bhayangkara Polda Sumut

Dalam adegan pertama terlihat korban Husnul Nasution bertemu dengan tersangka Wanda Chaniago dan pelaku Teddy Chaniago di Gang Arab, disana ketiganya membicarakan tentang niat untuk membeli narkoba jenis sabu-sabu seharga Rp.50.000 dengan cara patungan, saat itu tersangka Wanda hanya memiliki uang Rp.16.000, dan uang pelaku Teddy Chaniago hanya Rp.20.000 dan setelah uang terkumpul, lalu uang itu diserahkan pada korban untuk dibelikan Sabu-sabu namun oleh korban sabu tersebut tidak dibelikan, lalu keduanyapun bertanya kepada korban apa sebab tak jadi membeli sabu, namun oleh korban dijawab”yang betol ajalah, kau kasih duitpun kurang, namun oleh tersangka Wanda dijawab, ” cuma segitu uangku bang..ikutlah aku CK. Namun korban marah dan menampar wajah tersangka Wanda sambil berkata”gaya kau jangan banyak kali, kucolok mata kau nanti”.

Ket gambar : adegan ke 8, pelaku Teddy Chaniago memiting leher korban dan tersangka Wanda Chaniago menikam korban

Saat itu pelaku Teddy Chaniago menghardik korban sambil berkata” jangan kayak gitu bang, jangan main pukul, abangku bukan anak-anak lagi,”.

Diadegan keempat terlihat pertengkaran antara korban dan para pelaku bertengkar dan disusul korban berlari dan dikejar oleh pelaku Teddy dan disusul oleh tersangka Wanda sambil memegang pisau yang ia keluarkan dari kantongnya hingga saat korban terjatuh dalam posisi telentang menabrak sepeda motornya di depan rumah saksi bernama Sandika. Saat itu pelaku Teddy memiting leher korban dan berkata pada tersangka Wanda “tikam…wan…, tikam…

Dan diadegan kedelapan terlihat jelas tersangka Teddy Chaniago memukul wajah korban dan tersangka Wanda Chaniago menikam korban dengan menggunakan pisau yang dibawanya ke arah ketiak sebelah kiri, yang mana menurut hasil otopsi tikaman itu menembus jantung korban.

Diadegan kesembilan tampak usai menganiaya korban, keduanya pergi menuju Gang Arab.

Adegan kesebelas tampak korban berjalan sempoyongan dengan bersimbah darah sambil meminta pertolongan warga dan bersandar ditembok rumah warga sambil terus berjalan menuju jalan Rawa cangkuk I dan akhirnya terjatuh di pinggir jalan.

Diadegan kedua belars terlihat setelah korban terjatuh lalu ditolong warga ( saksi ) dan dibawa ke RS Muhammadiyah, namun karena luka yang serius, korban akhirnya dirujuk ke RS Bhayangkara Polda Sumut namun dalam perjalanan korban meninggal dunia.

Diadegan ke tiga belas, usai menikam korban tersangka Wanda Chaniago melarikan diri ke arah Jalan Juanda dan menyembunyikan pisau yang berlumuran darah di salah satu rumah kosong disana.

Adegan ke empat belas, setelah menyembunyikan pisau, korban naik angkutan umum menuju Amplas dan menaiki angkot 24 menuju Lubuk Pakam.

Adegan ke Lima Belas tersangka ditangkap oleh Tekab Polsek Medan Area dari sebuah rumah di Desa Sekip, Gang Sempurna, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang dan dibawa pengembangan kasus untuk mencari barang bukti pisau di Jalan Ir. Juanda Medan.

Adegan terakhir (16) selanjutnya tersangka dibawa ke Polsek Medan Area untuk diproses hukum.

Baca juga :

Tampak hadir dalam rekonstruksi diantaranya Kapolsek Medan Area dan wakil, kanit Reskrim Polsek Medan Area, Iptu J. Panjaitan, keluarga korban dan para saksi kejadian serta disaksikan oleh dua orang Jaksa dari Kejaksaan Negeri Medan.

Kapolsek Medan Area, Kompol Faidir Chaniago usai rekonstruksi saat diwawancarai wartawan menjelaskan bahwa pelaku Teddy Chaniago (DPO ) sudah diketahui tempat persembunyiannya.

“Alhamdulillah rekonstruksi ini berjalan aman dan lancar, untuk pelaku Teddy Chaniago sudah kami ketahui dimana tempat persembunyiannya dan kami minta ia segera menyerahkan diri, bila tidak kami akan memberikan tindakan tegas kepadanya, kami juga minta kepada keluarga tersangka agar bisa bekerja sama untuk menyerahkan pelaku Teddy Chaniago,”pungkas Kompol Faidir Chaniago. ( MR/Suriyanto/Red )

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif