Nistakan Agama Dengan Robek Al-Qur’an, Allah SWT Tunjukkan Pelakunya

Nistakan Agama Dengan Robek Al-Qur’an, Allah SWT Tunjukkan Pelakunya
SHARE

METRORAKYAT.COM, MEDAN– Tak sepantasnya dilakukan, seorang umat manusia, menistakan agamanya sendiri dengan cara merobek-robek ayat suci Al-Qur’an yang merupakan Kalamullah dan menyebarkanya di jalanan, hingga akhirnya Allah SWT menunjukkan pada kita siapa pelakunya.

Doni Irawan Malay (44) warga Jalan Utama, tak jauh dari warkop Ayang di tangkap warga bersama badan kenaziran Mesjid Raya serta kepolisian sektor Medan Kota karena terekam kamera CCTV saat membuang Al-Qur’an yang telah ia robek di Jalan SM Raja/Jalan Sinabung. Kamis ( 13/2/2020) Jam 8:45 WIB.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jhonny E. Isir, didampingi oleh Kapolsek Medan Kota, Kompol Riki Ramadhan, Kapolsek Sunggal, Kompol Yasir Ahmadi dan Kapolsek Patumbak, Kompol Arfin serta Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, Iptu Ainul Yaqin pada pers release dihadapan awak media menjelaskan bahwa tersangka Dony Irawan Malay ditangkap sesaat setelah membuang robekan Al-Qur’an yang telah ia koyak-koyak untuk kedua kalinya di depan Mesjid Raya Al-Mashun. Kamis ( 13/2/2020) jam 6:00 WIB.

“Berdasarkan penyelidikan dan analisa dari rekaman CCTV di sekitar lokasi, tersangka pertama kali melakukan hal tersebut pada hari Jum’at, tanggal (31/1/2020 ) dengan cara berpura-pura masuk ke mesjid Raya dan melakukan sholat subuh, setelah itu ia mengambil Al-Qur’an dan membawanya ke kamar mandi dan merobek-robeknya dalam selembar dikoyak menjadi 4 bagian,”ucap Kapolrestabes Medan.

Keterangan gambar : barang bukti

Lanjutnya lagi, setelah di robek lalu sobekan Al-Qur’an itu ia masukkan ke plastik asoy dan membuangnya ke jalanan.

“Hal ini terlihat jelas dari bukti rekaman CCTV dilokasi, saat itu ia menyebrang jalan dan saat itu juga ia membuang plastik berisi sobekan itu sambil terus berlalu,”jelas Kombes Pol Jhonny E. Isir.

Sejauh ini, kata Kapolrestabes Medan lagi, pihaknya masih mendalami modus, motif dan aksi pelaku yang diduga terstruktur.

“Kejadian ini masih terus kita dalami apakah ada keterlibatan orang lain lagi yang bermaksud untuk membuat situasi kota Medan menjadi tak kondusif dengan bermain dengan isu yang mengandung unsur suku, ras dan agama. Untuk itu saya himbau agar masyarakat kota Medan, khususnya umat Islam agar tak terprovokasi pada orang-orang yang menginginkan adanya konflik ditengah masyarakat antar pemeluk agama, atas kejadian ini pada tersangka kami ganjar dengan pasal 156 KUHPidana tentang penistaan agama dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara,”kata Kapolrestabes Medan.

Sementara itu Sekretaris Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia kota Medan, Zulkarnain Sitanggang

“kami atas nama majelis ulama Indonesia, kota Medan, kami telah berkoordinasi dengan ketua umum kami, yaitu H. Muhammad Hatta terkait kasus ini beliau mengungkap bahwa dengan ditemukannya pelaku yang sudah meresahkan umat Islam dan ada beberapa aliansi dan ormas Islam yang mendesak pihak kepolisian agar segera menangkap pelaku, Alhamdulillah, pagi ini (13/2) pelaku dapat ditangkap, ini semua berkat dari kerja sama dari beberapa elemen masyarakat yang ada di Medan, untuk selanjutnya kasus ini kami serahkan pada pihak kepolisian untuk proses hukum selanjutnya. Untuk itu mari kita jaga kota Medan ini sebagai kota yang toleran, damai, sejahtera dan kita sangat mendukung program Kapolrestabes yang menyebutkan tidak ada tempat bagi pelaku kejahatan di kota Medan yang mencoba memecah belah persatuan dan kesatuan di kota Medan,”katanya.

Hal senada juga di sampaikan ketua BKM Mesjid Raya Al-Matsun, H. Ulumuddin.

“Sebenarnya kronologis kejadian ini udah jelas seperti yang dikatakan bapak Kapolrestabes, memang anak ini pernah saya lihat datang ke mesjid raya, tapi namanya orang mau beribadah kan tak bisa kita larang, saat jamaah sudah banyak yang pulang, pelaku mengambil Al-Qur’an, kita pikir ia mau membacanya, Rupanya entah apa yang merasuki jiwanya, hingga di robek-robeknya Al-Qur’an, ini yang sangat kita sayangkan, syukurlah atas kerjasama Polisi dan masyarakat dapat menangkap pelaku sehingga kota Medan yang tercinta ini tetap kondusif, sebagai mana kata bapak Kapoldasu, Irjen Pol Martuani Sormin saat mengunjungi mesjid raya beberapa waktu lalu, ia mengatakan” tidak ada tempat bagi kejahatan dan premanisme di Sumatera Utara”untuk itu mari kita jaga kondusifitas kota yang kita cintai ini,” pungkas Ulumuddin.( MR/Suriyanto/Red )

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif