Aktifitas Tambang Pinggir di Laut Sampur Sangat Meresahkan Nelayan
METRORAKYAT.COM, PANGKAL PINANG – Puluhan masyarakat nelayan kelurahan Sinar Bulan mengeluhkan tambang inkonvensional(TI) Rajuk yang melakukan aktifitas di alur keluar masuk perahu nelayan dan tempat parkir perahu nelayan Senin (24/02/2020).

Aktifitas TI yang berada di desa Sampur kecamatan Pangkalan Baru kabupaten Bangka Tengah tepatnya di perairan laut Sampur sangat mengganggu terutama untuk tempat parkir perahu nelayan.
“Keberadaan TI tersebut juga mengganggu keluar masuk perahu kami, karena tali jangkar Ponton simpang siur sehingga sering nyangkut di mesin kita,”ujarnya.
Sebelumnya bulan Januari antara nelayan dan pihak penambang pernah ada perjanjian batas wilayah, dalam perjanjian itu sudah dipasang patok untuk batas lahan kerja para penambang
“Tetapi apa yang kita sepakati waktu itu tidak berlaku kepada panambnag,mereka sekarang menambang nggak jauh dari talud yang mungkin jaraknya dibawah seratus metar,”jelas Dodi
Sambungnya sambil berharap kepada para penegak hukum yang terkait agar segera melakukan penertiban aktifitas TI yang sudah mengganggu tempat mereka untuk parkir perahu dan keluar masuk perahu. (MR/HRM)
