Maecenas Doni, Pegiat dan Aktifis Komantab Tutup Usia
METRORAKYAT.COM, TAPTENG – Maecenas Adhara Donnay, (40) sosok pengiaat pedulian wisata Sibolga-Tapteng (KOMANTAP) warga Lingkungan II, Kelurahan Mangga Dua, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara (Sumut) di temukan tidak bernyawa di rumah miliknya Rabu (20/11/19).
Maecenas Ketua Pengiaat Peduli Wisata Sibolga Tapteng di temukan tergeletak di lantai rumahnya dengan luka di bagian pelipis mata, yang di duga akibat benturan di saat Maecenas terjatuh kelantai yang terbuat dari lantai keramik berwarnah putih.
Kejadian ini di benarkan Kapolres Tapteng AKBP Sukamat, melalui Kapolsek pandan Iptu Zulkarnaen Pohan dan Kasubag Humas Polres Tapteng Iptu Rensa Sipahutar.
“Betul, kita menerima laporan dari masyarakat, bahwa ada penemuan jasat tergeletak di lantai rumah miliknya sudah tidak bernyawa (meninggal dunia) ,” jelas Kapolres melalui Kapolsek pandan dan Kasubag Humas polres Tapteng.
Atas kejadian ini komunitas wisata Sibolga-Tapteng mengalami duka mendalam atas kepergian pejuang penggiat wisata dan seorang aktivis Koordinator Komantap Sibolga Tapteng bang Maecenas.
Kronologis kejadian, Jusrin Nanto Sihombing (54) beserta Prama Taufiq Yudistira (42) abang kandung korban sesaat mendatangi rumah korban dengan maksud untuk menyampaikan pesan orang tua korban terkait pesan menanyakan “makan apa malam ini” sekitar jam 16:30 WIB.
Saat saksi berada di depan pintu rumah korban, saksi memanggil korban berkali kali tetapi tidak menjawab, lalu saksi mengintip dari jendela untuk mengetahui kondisi dalam rumah.
Dengan rasa tidak menyangka melihat kejadian ini kedua saksi langsung masuk dan memastikan kodisi Maecenas, sayang pejuang wisata serta Aktivis Komantab tersebut sudah berpulang ke sisi Yang Maha Kusa dengan luka di pelipis mata sebelah kiri.
Menurut keterangan abang korban menyatakan. Ia sedang mengalami sakit Mag Kronis, dari tadi dia mengalami nuntah-muntah,” papar abang Maecenas korban yang di ketemukan sudah tidak bernyawa lagi.
Atas kejadian ini personil Polsek Pandan melakukan upaya Identifikasi dan olah TKP langsung di lapangan. Adapaun ola TKP seperti berikut:
-Mengamankan Status Quo
- Melakukan Olah TKP dan Identifikasi
- Melakukan pengumpulan bahan keterangan
- Membawa korban ke RSUD
- Membuat Laporan Polisi
- Mengajukan Ver Mayat
-Membuat surat pernyataan tdk di lakukannya Otopsi kepada korban
-Membuat serah terima mayat kepada keluarga korban
Hasil olah TKP pihak Kepolisan Polsek Pandan menemukan,
-Luka korban pada pelipis kiri di sebabkan karna korban terjatuh ke lantai.
-Pada tubuh korban tidak di temukan adanya tanda tanda kekerasan.
-Rumah (TKP) tidak memgalami rusak dan barang barang didalam rumah tidak ada yang hilang (MR/RM).
