Jemaat Gereja Keluhkan Lambatnya pembangunan Jembatan Menuju Gereja Pandan
METRORAKYAT.COM, TAPTENG – Jemaat Gereja HKBP Pandan keluhkan lambatnya pembangunan Rehabilitasi Saluran Drainase/Gorong-gorong di Ruang lingkup Kota Pandan.
Lambatnya pembangunan yang dilaksankan mengakibatkan para jemaat yang hendak ke Gereja meras terganggu akibat jembatan menuju gereja di bongkar oleh para pekerja proyek Rehabilitasi Saluran Drainase.
Hal itu terbukti di saat setiap minggu jemaat yang membawa mobil harus parkir di pinggiran jalan, persis di depan gereja, terpaksa parkir mobil yang biasanya di halaman gereja harus di parkir memakai bahu jalan.
Atas lambatnya pembangunan ini, terkadang kemacetan pun tidak terelakkan di sepanjang jalan Namira, Kelurahan Pandan, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah(Tapteng) Sumatera Utara (Sumut).
Hal ini di keluhkan jemaat Gereja Pandan pada Rabu (27/11/19) kepada Biro metrorakyat.com sesaat para jemaat melakukan kebaktian di salasatu rumah jemaat.
“Kami sudah bilang sama yang bekerja di sana, agar pekerjaan pembuatan jembatan di percepat, sebab jemaat merasa kesusahan saat membawa kendaraan harus antri, dulunya jembatan menuju gereja ada tiga jembatan tetapi sekarang tinggal satu,” papar jemaat sesaat hendak pulang dari kebaktian gereja.
Lanjutnya, apalagi ini sudah mau mendekati hari Natal. Hal ini akan menjadi kesulitan kalau jembatan menuju Gereja tidak selesai.
Himbauwan untuk pelaksana kerja Drainase agar jembatan menuju Gereja secepatnya di perbaiki. Sebab jangan menjadi sebuah permasalahan di kemudian hari.
“Yang kita takutkan kenyamana oengendara lain, dan hal itu mengganggu penguna jalan, serta mengganggu jemaat menuju Gereja. Ini kan kepentingan orang banyak, semoga hal ini bisa di proritaskan agar tidak mengganggu perjalanan di saat melakukan acara Natal,” jelasnya (MR/RM)
