DPD KITA-PD Bersama Audit Investigasi DPW JPKP Sumut Sambangi Warga Kurang Mampu di Kelurahan Sipange
METRORAKYAT.COM, TAPTENG – Ketua DPD II Kita-PD Martobok Silitonga bersama Audit Investigasi DPW JPKP Sumut Nimrot Merciba Panggabean berklaborasi sambangi rumah warga Kurang mampu di Kelurahan Sipange Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (Sumut) Jumat (15/11/19).
Miris, warga kurang mampu keluarga Tehnasokhi Gulo (39) warga sipange ini tidak pernah tersentuh bantuan apapun dari pemerintah, padahal program pemerintah itu dan bantuan itu di kucurkan untuk masyarakat kurang mampu.
Temuan kejanggalan ini membuat Ketua DPD II KITA-PD beserta Audit Investigasi JPKP Sumut angkat bicara.
“Saya heran mana pungsi pemerintah di kelurahan tersebut, apa tutup mata semua, dan tidak ada tindakan apapun, saya lihat temuan ini sangat memprihatikan,” papar Ketua DPD II Kita-PD sesaat dikonfirmasi wartawan metrorakyat.com
Audit Investigasi DPW JPKP juga angkat bicara akan temuan warga sipange yang cukup memprihatinkan.
“Saya yg bergabung di wadah JPKP (Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan) sebagai Audit & Investigasi DPW JPKP Sumut, sesuai dengan Motto JPKP yaitu, Datang,Melihat,dan Mendengar keluhan masyarakat,dimana masih ada masyarakat yg belum tersentuh oleh program bantuan pemerintah,seperti yg kami temukan di Kabupaten Tapanuli Tengah, tepatnya warga sipange.
Dimana keluarga yang sangat miskin,dan bahkan anak-anaknya tidak dapat melanjutkan sekolah disebabkan tidak adanya biaya,” jelasnya Merciba Panggabean Audit Investigasi DPW Sumut.
Lanjutnya, Untuk itu kami dari tim yg turun ke lapangan yang melihat langsung keadaan keluarga tersebut akan menindak lanjuti temuan ini. Dimana aparat desa, dimana Dinas Terkait. Apakah benar tidak melihat ini atau sengaja tutup mata, Ini adalah salah satu dari sebahagian kecil. Padalah Pemerintah telah membuat Program,baik program pusat maupun daerah, dengan menyediakan anggaran yang begitu besar untuk menanggulangi Kemiskinan melalui program KIS, KIP, PKH dan sebagainya.
Dalam kunjungan ini kedua lembaga yang bersinerji memberikan bantuan berupa pakaian yang di terima langsung oleh keluarga pak Gulo di tempat kediamanya di Klurahan Sipange tempat menjalani kehidupan sehari-hari.
Di ketahui bahwa keluarga Tehenasokhi Gulo dan istri beserta 4 orang anak kini menumpang di rumah reot milik warga Sipange, yang merasa iba akan derita keluarga kecil pak Gulo. 4 orang anaknya kini teracam tidak sekolah lagi disebabkan faktor ekonomi.
Bukan itu saja, sang istri pak gulo warga sipange menderita penyakit syaraf dari setahun yang lalu, atas kunjungan ini pak gulo sebagai kepala rumah tangga berharap agar pemerintah Kabupaten Tapteng memerhatikan masyarakatnya yang membutuhkan.
“Saya tidak pernah merasakan apa yang di namakan bantuan dari pemerintah, saya tidak pernah dapat itu pak. Saya harapkan semoga pemerintah Pemkab Tapteng bisa memberikan Solusi dari permasalahan saya ini,” harapnya (MR/RM).
