oleh

Sumut Prioritaskan Pengembangan UMKM

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Provinsi Sumatera Utara (Provsu) akan memprioritaskan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang merupakan salah satu sektor penggerak ekonomi di Sumut umumnya Indonesia. Dengan pengembangan UMKM kebutuhan masyarakat lokal akan lebih sejahtera juga menjadi fondasi menjaga stabilitas ekonomi di tingkat nasional saat terjadi krisis.


Untuk itu, Sumut agar memprioritaskan aktivitas UMKM di daerah masing-masing, khususnya di bidang pertanian. Hal ini di jelaskan Kepala Kantor Bank Indonesia (KPwi BI) Sumut Wiwiek Sisto Widayat kepada wartawan di sela-sela acara Rapat Kordinasi (Rakor) Kepala Daerah se-Sumut di Gedung BI lantai 9 ruang Kuala Deli, Rabu (2/10).

Baca juga: September 2019, Medan Deflasi 1,92 Persen


“Apalagi tadi kita sudah dengar bersama dari Kepala Kanwil Dirjen Perbendaharaan, Tiarta, bahwa saat ini ada program Kemenkeu yang menyasar pelaku usaha kesulitan mendapat pinjaman bank, yaitu dengan permodalannya hanya membutuhkan Rp 10 juta ke bawah,” katanya.
Sementara Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) menyinggung tentang inflasi di Sumut yang saat ini berada di atas nasional. Tentu ini disebabkan kenaikan harga bahan pokok dan di harga komoditas cabai. Menurut pengalamannya ke daerah-daerah, cabai selalu melimpah. “Saya bingung kenapa bisa begini, saya mau kita cari tahu dan selesaikan. Tolong dibahas di Rakor ini, apakah solusinya harus bentuk BUMD pangan, kita buat,” ujarnya.


Gubsu berharap, kiranya Rakor menjadi tuntunan kesempatan bagi para kepala daerah untuk menggali dan memperkaya wawasan dari para pakar keuangan, ekonomi, beserta undangan yang sebagai nara sumber agar mengetahui langkah-langkah apa saja bisa dilakukan untuk akselarasi perekonomian di daerah masing-masing.


Wiwiek Sisto Widayat menambahkan, bahwa tujuan pelaksanaan Rakor Pemda untuk membangun sinergi dan komunikasi dalam rangka mengakselarasi pertumbuhan ekonomi di Sumut. Gejolak ekonomi tidak stabil, menuntut untuk terus berbenah, khususnya Sumut yang perekonomiannya berbasis komoditas.


“Ada tiga hal yang perlu dilakukan saat ini yaitu meningkatkan kualitas SDM, kemudian memperbanyak investasi dan yang terakhir meningkatkan kualitas infrastruktur. Kita berharap ketiganya dapat terlaksana dengan baik, akselarasi ekonomi bisa terwujud,” paparnya.


Disinggung soal komoditas cabai di Sumut, Wiwiek menjelaskan bahwa cabai memang melimpah di Sumut. Hanya saja, hasil penelusuran menunjukkan bahwa kebanyakan dijual ke luar untuk memenuhi pasokan provinsi lain. “Ini yang akan kita selesaikan bersama, sesuai arahan Gubernur, kalau memang belum terpenuhi di Sumut, jangan sampai didistribusikan ke luar,” tegasnya. (MR/JB Rumapea)

Breaking News