Ketua Umum KPBB, Mayjend (Purn) TNI Sumiharjo Pakpahan : Adat Istiadat Batak Harus Tetap Dijunjung Tinggi dan Dipertahankan
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Ketua Umum Kerukunan Puak Batak Bersaudara, Mayjen TNI (Purn) Sumiharjo Pakpahan kepada wartawan mengatakan bahwa seluruh masyarakat suku Batak harus berperan dan mendukung peningkatan pariwisata di kawasan Danau Toba. Danau Toba yang akan dijadikan sebagai pusat tujuan wisata dunia oleh Presiden Republik Indonesia Joko widodo, harus berbenah termasuk juga masyarakat yang ada tinggal di kawasan wisata yang merupakan warisan dari nenek moyang suku Batak yang memiliki kepercayaan mayoritas memeluk agama Nasrani.

Konsep wisata Halal yang oleh Gubernur Sumatera Utara akan digunakan menjadi Ikon luar negeri untuk mendatangkan wisatawan dari Malaysia dan telah menjadi kontroversial dan polemik serta menjadi perdebatan bagi masyarakat terutama masyarakat Sumatera Utara dan masyarakat yang tinggal di kawasan danau toba perlu kiranya di sikapi dengan bijaksana, agar tidak melebar kemana-mana dan menjadi isu yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan masyarakat Sumatera Utara khususnya suku Batak.
Konsep Halal bukan lah bermaksud mengilangkan adat istiadat dan budaya suku Batak yang sudah ada sejak dahulu tetapi ingin membuat wisata di kawasan danau toba menjamin para wisatawan luar negeri terutama Malaysia dan Singapura yang mayoritas beragama Muslim lebih nyaman ketika datang berwisata ke Danau Toba. ” Pada dasarnya Bapak Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi sudah mengetahui banyak ragam agama dan adat istiadat di pulau Samosir dan kawasan danau toba lainnya dan sangat kental dan sangat di junjung tinggi, sehingga beliau ingin mempertahankan itu dan menjadikannya sebagai salah satu daya tarik bagi para wisatawan mancanegara. Halal maksudnya, bukan menghilangkan adat istiadat setempat apalagi menggiring kesalah satu aliran kepercayaan. Halal maksudnya agar para wisatawan yang datang terutama dari Malaysia dan Singapura dapat nyaman ketika hendak makan, ketika hendak melaksanakan shalat, dan ada fasilitas yang mendukung yang layak untuk dipergunakan seperti Fasum dan lain sebagainya,” terang Sumiharjo pada acara Coffee Morning bersama insan pers di Hotel Grand Antares Lantai 2.
Pakpahan menambahkan lagi, di organisasi KPBB yang di pimpinnya terdiri dari berbagai suku Batak lintas agama, sehingga tidak ingin suku Batak terpecah-belah hanya karena adanya isu-isu yang dapat memecah persatuan dan kekompakan suku Batak yang sejak jaman nenek moyang adalah saudara sedarah.
Ketum KKPBB yang juga didampingi oleh Prof.DR Marihot Manullang, DR.Ir.Rustam Efendy, Sekretaris KPBB, Lindung Pandiayangan, SE.,SH., MH,Sekjen DPD KPBB Provinsi Sumatera Utara juga menuturkan, perlu lah kiranya dilakukan duduk bersama antara para stakeholder yang ada, termasuk tokoh-tokoh Batak, masyarakat, para Bupati dan Gubernur Sumut dapat membahas bagaimana untuk menjadikan wisata Danau Toba dapat lebih menarik dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan dari daerah lain maupun dari luar negeri.
Prof.DR.Marihot Manullang pada kesempatan yang sama juga menyampaikan bahwa dirinya ketika mendengar adanya konsep wisata yang Halal yang digaungkan akan dipakai menjadi ikon wisata danau toba langsung bertemu Gubernur Sumatera Utara dan mempertanyakan konsep tersebut, dan oleh Gubernur Sumatera Utara, tidak ada mengatakan akan membuat kawasan danau toba berkonsep Halal dan Syariah itu tidak pernah dikatakannya, apalagi untuk menghilangkan norma dan aturan serta adat istiadat yang sudah ada sejak dahulu di daerah Samosir dan kawasan Danau Toba, namun konsep bagaimana peningkatan infrastruktur termasuk akomodasi dan representatif di kawasan danau toba terutama jika wisatawan yang mayoritas muslim, seperti Malaysia dan Singapura datang, penyedia wisata haruslah sudah menyiapkan apa kebutuhan yang mereka inginkan, dari mulai makanan, minuman dan tempat ibadah serta kebersihan lingkungan harus juga di jaga dengan baik.
“Jadi kita luruskan lagi, Gubernur Sumatera Utara tidak ada akan membuat konsep wisata Halal dan Syariah, yang ada bagaimana agar para wisatawan dari luar negeri yang beragama muslim dapat terpenuhi kebutuhannya ketika berkunjung ke Danau Toba dan bagaimana meyakinkan para wisatawan tersebut datang ke Indonesia terutama ke Danau Toba dapat merasa nyaman dan dapat datang kembali,begitu juga dengan negara lain,” ucap Mantan Rektor Univseritas Simalungun ini.
Sementara itu, DR.Ir.Rustam Effendi menjelaskan bahwa perlu dilakukan pembenahan total terkait fasilitas umum di kawasan danau toba termasuk juga kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan agar ketika wisatawan datang berkunjung dapat tetap nyaman dan aman serta ingin berkali-kali berkunjung ke Danau Toba.
” Limbah ternak, limbah rumah tangga, sampah agar jangan lagi dibuang ke pinggiran sungai atau ke danau toba, karena itu akan mencemari air danau toba itu sendiri. Kita juga minta peran pemerintah pusat untuk menertibkan perusahaan-perusahaan yang diketahui kegiatan operasionalnya dapat mempengaruhi kadar air danau toba, seperti kerambah jaring yang saat ini banyak ditemukan di danau toba, dan lain sebagainya, ini perlu terlebih dahulu dibenahi atau bila perlu kerambah tersebut tidak ditemukan lagi di danau toba agar terlihat indah dan menghindari pencemaran air danau toba,” ujarnya.
Pada sesi tanya jawab dengan insan pers, Ketum KPBB, Mayjen TNI (Purn) Sumiharjo Pakpahan berharap peran media sebagai pemberi informasi berita dapat menyejukkan dan tidak menambah polemik isu Halal dan Syariah menjadi semakin meluas yang akhirnya dapat merusak tatanan keragaman agama, suku dan adat istiadat yang ada di sumatera utara. ” Mari, kita akhiri polemik ini, dan tidak usah dibesar-besarkan lagi, demi kemajuan provinsi Sumatera Utara. Yang paling utama saat ini bagaimana agar infrastruktur di Kawasan Danau Toba dapat ditingkatkan, Jalanan yang bagus, lingkungan yang bersih dan tertata rapi serta nilai budaya dan adat istiadat kerukunan antar umat beragama di Kawasan Danau Toba juga dapat terjaga dan terpelihara dengan baik,” pungkas Ketua Umum Kerukunan Puak Batak Bersaudara ini menutup acara Coffee Morning bersama insan pers tersebut.(MR/Red)
