Nilai Impor Sumut Turun, Ekspor Alami Kenaikan
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Data Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara (Sumut), bahwa ekspor melalui pelabuhan muat Mei 2019 mwngalami kenaikan jika dibandingkan April 2019 yakni sebesar 607, 12 juta dollar AS (Amerika Serikat) menjadi 677, 45 juta dollar AS atau naik 11, 58 %. Namun bila dibandingkan pada bulan Mei 2018, ekspor Sumut mengalami penurunan di kisaran 22, 23 %.
Sementara ini, nilai impor Sumut Mei 2019 atas dasar CIF (cost, insurance & freigt) sebesar 410, 97 juta dollar AS, atau turun sekitar 1, 54 %, jika di bandingkan April 2019 mencapai 47, 411 juta dollar AS. Bila di lihat pada bulan sama tahun sebelumnya, impor turun 27, 07 %.
Hal ini di ungkapkan Kepala BPS Sumut, Syech Suhaimi pada metrorakyat.com di kantornya Jalan Asrama Medan, Jumat (5/7). Dikatakan, kenaikan nilai ekpor Sumut Mei 2019 bulan April 2019 terjadi pada golongan lemak dan minyak nabati / hewan sebesar 33, 33 juta dolar AS (18,09%), diikuti kopi, rempah – rempah 18, 26 juta dollar AS (44, 24%). Sedangkan penurunan ekspor terjadi pada golongan berbagai produk kimia turun sebesar 5, 37 juta dollar AS (16, 93%). Sepanjang Mei 2019, ekspor ke Tiongkok adalah merupakan yang terbesar yaitu 102, 07 juta dollar AS, diikuti Amerika Serikat 89, 59 juta dollar AS dan Jepang 41, 97 juta dolar AS dengan kontribusi ketiganya mencapai 34, 49%.
Menurut kelompok negara tujuan ekspor di bulan Mei 2019, ekspor ke kawasan Asia (di luar ASEAN) merupakan yang terbesar dengan nilai 213, 14 juta dollar AS (31, 46 %). Untuk Nilai impor Mei 2019 dari Tiongkok yakni 75, 63 juta dollar AS dengan perananya mencapai 18,40% dari total impor Sumut, diikuti Malaysia 53,04 juta dolar AS (12,91%) dan Singapura 49, 09 juta dollar AS (11, 95%). Nilai impor Mei 2019 bila di bandingkan April 2019, barang modal naik sebesar 4,16%, barang konsumsi naik sebesar 5,63%, sedangkan bahan baku / penolong turun sebesar 3,32%. Ucapnya lagi, golongan barang yang mengalami kenaikan nilai impor terbesar yakni ampas/sisa industri makanan sebesar 17, 74 juta dolar AS (72,07%), diikuti bahan bakar mineral 2,24 juta dolar AS (4,83%).
Untuk golongan barang mengalami penurunan nilai impor terbesar yakni bahan kimia anorganik turun 11,84 juta dolar AS diikuti mesin – mesin / pesawat mekanik turun 9, 81 juta dolar AS, ungkapnya. (MR/JB Rumapea).
