Maret 2019, Kota Medan Inflasi 0,32 Persen Kota Medan
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Pada bulan Maret 2019, seluruh kota di Sumatera Utara (Sumut) tercatat dengan Indeks Harga Konsumen (IHK), untuk daerah SiboIga 0,24 persen, Pematangsiantar 0,27 persen, Medan 0,32 persen, dan Padang Sidempuan 0,25 persen. Secara keselurah dari gabungan empat kota IHK di Sumut bulan Maret 2019 inflasi 0,30 persen, cetus Syech.
“Inflasi untuk Kota Medan merupakan Inflasi tertinggi di bulan Maret sebesar 0,32 persen disusul inflasi Kota Pematangsiantar 0,27 persen, ini secara bulanan. Sedangkan kalau kita lihat inflasi per kalender Sumut sudah di angka 0,19 persen masih dibawah angka nasional yaitu 0,35 persen,” ujar Syech saat mengumumkan perkembangan (IHK) Indeks Harga Konsumen Maret 2019 di Kantor BPS Sumut.
Di jelaskan, inflasi pada bulan Maret 2019 menyebabkan laju inflasi kumulatif (Bulan Maret 2019 di bulan Desember 2018) yakni Sibolga mengalami deflasi 0,48 persen, Pematangsiantar juga mengalami deflasi 0,02 persen. Kota Medan mengalami inflasi 0,24 persen dan Padangsidimpuan inflasi 0,26 persen.
“Sementara itu, paling tinggi inflasi secara year on year (yoy) yakni di Padangsidimpuan 2,46 persen, disusul Pematangsiantar 2,00 persen kemudian Medan sebesar 0,87 persen dan Sibolga 0,78 persen,” ungkap Syech.
Selanjutnya di jelaskan Inflasi secara bulanan, pada Bulan Maret sepertinya dalam dua tahun terakhir selalu di atas inflasi nasional. Maret dengan titik awal perkembangan inflasi sehingga perlu perhatian penuh terutama dari tim TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah).
“Untuk Bulan April, sebulan ke depan kita sudah menyambut Ramadan, sehingga perlu kita antisipasi dari TPID kita. Walaupun secara bulanan inflasi kita masih tinggi di atas nasional tapi secara tahunan inflasi kita masih dibawah nasional,” tutur Syech, Bulan Maret 2019, untuk inflasi di Kota Medan, terjadi peningkatan indeks dari 138,42 pada bulan Februari 2019 menjadi 138,86 pada Maret 2019.
Selanjutny, inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks empat kelompok pengeluaran yakni kelompok bahan makanan sebesar 1,67 persen. Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,03 persen, kelompok sandang 0,41 persen, dan kelompok kesehatan 0,67 persen.
“Sementara itu kelompok yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,02 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,01 persen serta kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,61 persen,” ujarnya.
Syech mengatakan, komoditas utama penyumbang inflasi selama bulan Maret 2019 di Medan, antara lain cabai merah, bawang merah, bawang putih, daging ayam ras, dan jeruk. (MR/JB Rumapea)
