BI Siapkan Uang Pecahan Kertas dan Logam Hadapi Idul Fitri 1440 H

BI Siapkan Uang Pecahan Kertas dan Logam Hadapi Idul Fitri 1440 H
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Bank Indonesia siapkan pasokan uang kertas dan logam dalam pecahan dalam jumlah yang memadai di seluruh Negara Kesatuan RI (NKRI) dalam rangka menghadapi Ramadhan/Idul Fitri 1440 H. Hal ini di sampaikan Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko melalui siaran persnya diterima wartawan Jumat (26/4/19).

BI mendorong perluasan program elektronifikasi penyaluran bansos, dana desa, moda transportasi, termasuk operasi keuangan Pemerintah sehingga dapat memperkuat peran sistem pembayaran dalam mendukung kegiatan ekonomi.

Lanjut Onny, stabilitas sistem keuangan tetap terjaga disertai fungsi intermediasi yang stabil dan risiko kredit yang terkendali. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan Februari 2019 cukup tinggi yakni 23,4 persen yang disertai rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) tetap rendah yakni 2,6 persen (gross) atau 1,2 persen (net).

Dari fungsi intermediasi, pertumbuhan kredit bulan Februari 2019 tercatat 12,1 persen (yoy), stabil dibandingkan dengan pertumbuhan kredit Januari 2019 sebesar 12,0 persen (yoy). Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) Februari 2019 sebesar 6,6 persen, mengalami peningkatan jika dibandingkan pertumbuhan Januari 2019 sebesar 6,4 persen.

Likuiditas perbankan terjaga, antara lain tercermin pada rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 22,3 persen pada Februari 2019. Selain itu, kinerja korporasi go public membaik tercermin dari peningkatan keuntungan serta kemampuan membayar kewajiban yang sejalan dengan peningkatan aktivitas. Ke depan, BI memandang pertumbuhan kredit akan terus berlanjut tanpa mengganggu stabilitas sistem keuangan.

Ini tentunya telah mempertimbangkan siklus kredit yang berada di bawah level optimum di tengah prospek permintaan domestik yang meningkat. BI memprakirakan kredit perbankan tetap tumbuh tinggi mendekati batas atas kisaran 10-12 persen (yoy) sedangkan DPK berpotensi tumbuh dalam kisaran 8-10 persen.

“Kelancaran sistem pembayaran tetap terpelihara, baik dari sisi tunai maupun non tunai,” katanya. Pembayaran tunai tumbuh positif, dengan Uang Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 5,6 persen (yoy) pada Maret 2019, sedangkan pembayaran non tunai secara konsisten terus meningkat.

Penggunaan ATM-Debit, Kartu Kredit dan Uang Elektronik (UE) tumbuh 17,1 persen (yoy) pada Februari 2019, diantaranya UE yang mengalami pertumbuhan sekitar 77,6 persen (yoy). Penggunaan ATM-Debit mendominasi transaksi sistem pembayaran ritel dengan pangsa 94,8 persen dan pertumbuhan 16,6 persen (yoy).

Sementara itu, penggunaan UE di e-commerce terus meningkat di Februari 2019, didorong oleh pergeseran preferensi pembayaran dan preferensi atas barang yang dibeli via e-commerce. (MR/JB Rumapea)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.