Warga Sangat Resah, Sungai Baung Menjadi Tempat Pembuangan Sampah

Warga Sangat Resah, Sungai Baung Menjadi Tempat Pembuangan Sampah
Bagikan

METRORAKYAT.COM, SERGAI – Sungai merupakan sumber kehidupan, dan akan dijadikan sebagai pusat peradapan bagi peningkatan kualitas hidup manusia.

Tapi lain halnya dengan sungai Baung yang mengalir diwilayah Kelurahan Simpang Tiga Pekan dan Desa Citaman Jernih Kecamatan Perbaungan Kabupaten Sergai, terlihat menjadi tempat pembuangan sampah yang berserakan sehingga mengeluarkan aroma busuk.

Hal ini dikatakan oleh Pujilawati (51) warga sekitar sungai tersebut kepada wartawan, Jumat (22/3/2019) mengatakan, apabila air sungai Baung ini surut maka akan mengeluarkan aroma yang kurang enak karena banyaknya tumpukan sampah di dalam sungai membuat air sungai tidak mengalir.

” Kami sangat resah adanya aroma menyengat yang dikeluarkan oleh sungai Baung dan sangat menggangu pernafasan.
Bahkan ini bukan yang pertama kali, namun sudah sering dirasakan, hingga menyebabkan keluarnya aroma busuk,” katanya.

Tambah nya, sebagai warga sekitar sungai sangat berharap agar air sungai Baung tetap mengalir dan jangan sampai surut, karena ada juga sebahagian warga yang mencari penghasilan seperti mencari ikan, mencuci pakaian dan lainnya di sungai tersebut.

Begitu juga disampaikan Asmayati (46) warga yang sama menyampaikan, keadaan ini sudah hampir dua minggu mereka keluhkan, karena air sungai yang tidak mengalir menyebabkan habis mata pencarian terutama para ibu – ibu yang mencuci.

Parahnya lagi tambah Asmayati, jika dalam satu atau dua hari air sungai surut, maka mereka akan berjalan kaki sampai ke Kantor Camat dengan membawa pakaian kotor untuk dicuci disana.

“Jadi dengan keadaan sungai menjadi tempat pembuangan sampah ini, siapa yang mau bertanggungjawab yang mengakibatkan sungai menjadi tercemar dan ” sakit”, jelasnya.

Dalam hal ini masyarakat sangat berharap adanya tindakan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai melalui Dinas terkait maupun Pemerintah Kecamatan Perbaungan guna menindaklanjuti keluhan masyarakat tersebut, tegasnya kepada wartawan.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sergai Syafrial Budi saat dikonfirmasi wartawan via WhatsApp menyampaikan setiap hari petugas kebersihan ada 5 orang bekerja disana dari pagi pukul 07 : 00 WIB hingga selesai.

“Nah, yang bau itu dimana, karena saya hampir setiap hari lewat ke situ dan memantau.
Dan hari ini kami rapat di Jakarta bersama Bupati membahas tentang sungai,” ucap Syafrial Budi kepada wartawan.

Dan Kadis Lingkungan Hidup mengatakan, langkah selanjutnya akan terus berkoordinasi dengan Dinas PUPR yaitu Kabid PSDA yang menangani sungai, dan juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan melalui inovasinya yakni Gerakan Pelajar Peduli Sampah atau GERAPAH.

“Kita juga akan mengerahkan petugas kebersihan,” tutup Kadis lewat pesan singkat WhatsApp. (MR/AZMI)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.