Warga Kampung Suwiam Kabupaten Maybrat Panen Padi Dua Hektar

Warga Kampung Suwiam Kabupaten Maybrat  Panen Padi Dua Hektar
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MAYBART – Warga Masyarakat Kampung Mapura Distrik Ayamaru Utara, timur kabupaten Maybrat provinsi papua barat melakukan panen padi dengan lahan  yang seluas 2 Hektar pada Hari Jumat (27 Februari 2019).

” Albertd Nauw, Saat di temui Media Nasional MetroRakyat.Com menyatakan” dirinya selaku Putra Asli Papua yang bekerja di Provinsi papua barat melihat hal ini sagat baik dan mudah untuk membantu masyarakat dalam mengelola hasil pertanian padi. Pertanian padi ini sangat strategis untuk mengubah Ekonomi Masyrakat Papua yang sebelumnya bertani Kasbi, Keladi dan umbi umbian lainya, karena hal tersebut tidak membawa dapak positif bagi masyrakat karena hasil produksi umbi umbian itu cuma untuk makan seharian dan tidak menghasilkan uang guna membantu kesejahteraan keluarganya.

Albert Nauw berharap  supaya Masyarakat Maybrat harus berubah hidup yang dulunya bercocok tanam keladi, kasbi, petatas dan umbi umbian lainya, kalau bisa Masyarakat  bercocok tanam dengan padi, karena menanam padi sangat mudah dan hasil pun sangat memuaskan.

“Pemerintah Daerah harus perlu ada perhatian kusus kepada Masyrakat lokal Maybrat di bidang Pertanian sehingga mampu mengubah taraf kehidupan Ekonominya yang lebih baik.,”ucapnya.

Dijelaskan Albert Nauw, lahan padi seluas 2 Hektar yang hari ini Masyrakat Kampung Suwiam Distrik Ayamaru Utara Timur panen ini merupakan bantuan Dana Hibah pemerintah provinsi Papua Barat  Tahun Anggaran 2018 senialai Rp 60.000,000, (Enam puluh jutah rupiah) yang dibagi untuk dua kegiatan yaitu pembuatan Dua Tambak Kolam Ikan Air tawar di Bidang Perikanan dan Penanaman Padi di Bidang Pertanian,”ujar Albert Nauw.

Waktu yang bersamaan Markus Jitmau, yang juga selaku Petani Lokal Asal Papua yang sudah sukes didunia usaha Padi saat ini, dirinya melakukan penaman padi itu sejak Bulan November 2018 yang lalu dan sampai Bulan Februari 2019 baru di Panen. “Padi yang saya dengan masyarakat panen ini kami bisa perkirakan beratnya mencapai 3 ton Beras untuk dikonsumsi oleh masyrakat. Kami melakukan panen kemudian kasih masuk ke mesin Grentek untuk menjadikan Gabah kemudian diolah lagi menjadi beras itu usaha yang kami bisa lakukan,” sambungnya.

Ditamhakan Markus Jitmau selaku Petani Lokal Asal papua yang sukses selama ini dengan memproduksi beras hasil kerja sendiri dan tidak pernah membeli beras di Kios atau Toko, Pemerintah Daderah terus mendorong Masyarat papua yang sudah punya niat di Bidang Pertanian Padi supaya kita tidak bisa membeli Beras dari luar lagi kalau bisa kita beli Beras dari Tani Masyrakat lokal yang ada.

“Petani Papua jangan kalah dengan saudara -Saudara kita Orang pendatang atau Transmigrasi yang lain, kalau bisa kita menghasilkan Beras sendiri karena kita sudah punya Tanah yang luas untuk bisa bercocok tanan. Markus Jitmau berharap semoga ke depan ada Perhatian kusus dan bantua dari Pemerintah  Provnsi dan Kabupaten Maybrat yang serius untuk memperhatikan Petani Padi di Kabupaten Maybrat,”tutup Markus Jitmau. (MR/red)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.