Aneh Saja, Pekerjaan Dinas PUPR Sergai Tanpa Plank Berjalan “Mulus”

Aneh Saja, Pekerjaan Dinas PUPR Sergai Tanpa Plank Berjalan “Mulus”
Bagikan

METRORAKYAT.COM, SERGAI – Proyek yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Serdang Bedagai ( Sergai), jembatan yang ada di Jalan Pahlawan Desa Pekan Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai ) yang saat ini dilaksanakan menjadi bahan perbincangan ditengah – tengah masyarakat.

Pasalnya pengerjaan jembatan yang sudah berjalan kurang lebih tiga hari itu, tanpa adanya terpasang plank proyek dan diduga pekerjaan tersebut terkesan “siluman”.

Sehingga pekerjaan yang mengatas namakan perbaikan jembatan itu tidak diketahui sumber dana, anggaran tahun berapa, Volume,dan lamanya pekerjaan itu dan masyarakat tidak mengetahui mana jembatannya.

Menyangkut proyek tersebut, ketika dikonfirmasi Kabid Jalan dan Jembatan (JJ) Sergai, Ir.H. Martiam Purba melalui seluler,Rabu (27/2/2019) mengatakan tidak mengetahui.

Martiam juga menambahkan, hubungin saja Pimpronya John Hutamea,ucapnya.

Dengan waktu bersamaan saat dihubungi John Hutamea melalui Via ponselnya mengatakan, itu pekerjaan jembatan,jawabnya singkat.

Ketika awak media mempertanyakan dimana jembatannya dan anggaran tahun berapa,Jhon hutamea dinilai tidak bisa menjawab.

“Saya tidak bisa menjelaskan dan datang saja kekantor ya pak”,kata John.

Sementara masyarakat menyatakan yang dikerjakan itu adalah gorong – gorong dan tidak ada jembatan disini atau dijalan pahlawan,ungkap warga.

Selain pekerjaan jembatan di Desa Pekan itu, pekerjaan jembatan yang ada di Dusun II Desa Pematang Cermai Kecamatan Tanjung Beringin juga tidak terdapat adanya papan informasi dilokasi pekerjaan.

Dan Kabid Jalan dan Jembatan juga mengatakan Tidak tahu sesuai dengan pemberitaan sebelumnya.

Menanggapi hal itu, Ketua LSM-NGO-PMBDS Sergai Aswad Sirait menilai cukup banyak pekerjaan yang berasal dari Dinas PUPR Sergai tidak ada terpasang plank proyek diduga dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai dengan bestek,ungkap Aswad.

Apalagi saat ini lanjut Ketua LSM NGO Sergai,pekerjaan dilakukan diawal tahun sehingga menimbulkan pertanyaan masyarakat.

Sebab tidak diketahui dari mana anggarannya, volume dan lamanya pekerjaan tersebut.

Apakah pekerjaan tersebut menggunakan dana pendahuluan atau keterlambatan pekerjaan tahun 2018 yang tidak selesai ,sehingga dikerjakan ditahun 2019 ini,kata Ketua NGO Sergai.

Aswad Sirait berharap kepada Bupati Serdang Bedagai dan elemen yang terkait untuk serius menanggapi pekerjaan yang berasal dari PUPR Sergai yang diduga adanya permainan dan Mafia proyek dilingkungan Dinas PUPR Serdang Bedagai,Ungkap Aswad Ketua LSM NGO PMBDS Sergai.(MR/AZMI)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.