Masyarakat Minta Penegak Hukum Grebek Judi Samkwan Di Pasar 7 Marelan
METRORAKYAT.COM, MARELAN – Masih maraknya permainan judi Samkwan yang terletak di Pasar 7 Marelan Kabupaten Deliserdang menunjukkan belum seriusnya aparat penegak hukum dalam memberantas praktik perjudian yang menjadi penyakit masyarakat di daerah tersebut.
Ini terlihat kuatnya pengaruh bandar judi Samkwan sehingga aparat penegak hukum seakan tidak mampu berbuat apa-apa dan anehnya permainan judi tersebut terkesan mendapat pengawalan ketat dari oknum berbadan tegab dan berambut pendek.
Salah seorang sumber warga setempat yang minta namanya todak dituliskan mengaku telah berkali-kali memberikan laporan kepada pihak Kepolisian terdekat. Sayangnya, sampai saat ini pihak aparat keamanan belum mengambil tindakan hukum. Sumber juga mengaku pada malam hari aktivitas judi Samkwan atau judi dadu, di Pasar 7 Marelan semakin menjadi-jadi.
“Diduga Aparat penegak hukum sudah menerima upeti setiap minggu, makanya permainan judi bisa aman,” ujar warga yang tinggal berdekatan dengan lokasi judi tersebut. Sebenarnya, tambahnya lagi, Warga sudah lama berharap agar pihak kepolisian KP3 Belawan atau Aparat TNI dapat turun melakukan penggerebekan ke lokasi tersebut.
“Rasanya enggak mungkin aparat tidak mengetahui keberadaan judi dimaksud. Yang jelas sampai sekarang belum ada terdengar penggerebekan,” bebernya. Sementara, informasi lain menyebutkan Kapoldasu sudah mengetahui persoalan judi tersebut dan Kapoldasu berjanji akan membawa persoalan tersebut ke Mabes Polri.
Sementata berbagai kalangan menilai kapanpun, dan dimanapun jenis judi apapun tidak bisa dibiarkan. Sebab aktivitas judi lebih banyak kerugian yang ditimbulkan daripada keuntungan sehingga aparat kepolisian perlu segera menyikapinya.
” Pihak pemerintah terdekat semisal kepling, lurah atau camat terkait, kenapa juga seakan tidak mau tahu dan terkesan diam dan membisu, apa juga karena sudah ada menerima,” tegas warga itu baru-baru ini.
Jika pihak kepolisian setempat dan Poldasu tidak mampu manghentikan praktik perjudian yang sudah meresahkan masyarakat di Marelan tersebut, akhirnya, masyarakat nanti hanya akan percaya terhadap para Ulama dan tokoh Agama serta para cendikiawan muslim yang akan menyatukan persepsi menolak perjudian yang sudah tidak dapat di tolerir lagi. ” Jika Poldasu tidak segera mengambil tindakan ulama dan cendikiawan akan turun ke lokasi judi,” ujar warga lainnya yang malas setiap hari harus melihat praktik perjudian di daerahnya namun tidak mampu berbuat apa-apa dengan wajah sedih. (MR/TIM)
