Menjadi Induk Holding Industri Pertambangan: INALUM Terus Tumbuh dan Berkontribusi Untuk Negeri

Menjadi Induk Holding Industri Pertambangan: INALUM Terus Tumbuh dan Berkontribusi Untuk Negeri
Bagikan

METRORAKYAT.COM, BATUBARA – Perusahan PT Inalum (Persero) kedepannya akan mengembangkan kapasitas produksinya supaya tercapai serta dapat memenuhi seluruh kebutuhan aluminium dalam negeri yabg memiliki surplus produksi hingga dapat merambah dipasar luar negeri.

Demikian disampaikan Kepala Depertamen CSR PT Inalum(Persero) Susyam Widodo pada acara pelepasan Press Tour, Kamis(13/12/18) di aula Gedung MPH Tanjung Gading, Sei Suka, Batubara.

Setelah ditunjuk menjadi Induk Holding Industri Pertambangan pada tanggal 27 November 2017 dan mengambil alih saham pemerintah di PT ANTAM Tbk., PT Bukit Asam Tbk., PT Timah Tbk. dan 9,36% saham PT Freeport Indonesia, INALUM semakin menunjukkan kontribusinya untuk membangun negeri. Hal ini ditunjukkan dari berbagai proyek pengembangan yang terus dilaksanakan dan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) serta Corporate Social Responsibility (CSR) yang telah disalurkan INALUM. Pada 2017 dana PKBL dan CSR yang disalurkan mencapai Rp 30,4 Miliar dan pada semester 1 tahun 2018 sebesar Rp 8,4 Miliar.

Melalui sambutannya pada acara temu ramah dengan pers di Batu Bara, Rabu (12/12), Susyam Widodo Kepala Departemen CSR INALUM menjelaskan bahwa INALUM telah menjadi Induk Holding Industri Pertambangan dengan beberapa proyek Pengembangan INALUM yang merupakan salah satu proyek strategis nasional terus berlanjut. Saat ini INALUM telah berhasil memproduksi produk turunan aluminium berupa billet dan foundry alloy, melakukan uji coba proyek optimalisasi dan upgrading tungku peleburan, finalisasi studi kelayakan untuk pengembangan smelter baru, ekspansi pelabuhan, pabrik Calcined Petroleum Coke (CPC) bekerjasama dengan Pertamina, pabrik Slab Sheet dan Wire rod serta Proyek Smelter Grade Alumina Refinery di Mempawah yang seluruh proyek tersebut menunjukkan progres yang positif.

Lebih lanjut, untuk mencapai target produksi 1 juta ton aluminium di tahun 2025, INALUM juga berencana untuk melakukan ekspansi pengembangan klaster aluminium di provinsi Kalimantan Utara tepatnya di Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning. Untuk merealisasikan ekspansi tersebut, INALUM bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara telah menandatangani Nota Kesepahaman perihal persiapan Proyek Pengembangan Klaster Aluminium.

Pada tahun buku 2017 yang lalu, INALUM telah membukukan laba bersih sekitar USD 110 Juta atau 60% diatas target RKAP 2017 sekitar USD 68 Juta. Keuntungan yang melebihi target ini diikuti dengan peningkatan kontribusi Perusahaan terhadap kemajuan dan kemaslahatan masyarakat sekitar. Hal ini dapat dilihat dari realisasi dana PKBL dan CSR yang telah disalurkan pada tahun 2017 sebesar Rp 30,4 Miliar dan pada semester 1 tahun 2018 sebesar Rp 8,4 Miliar.

Tahun 2018 sungguh merupakan tahun yang sangat menantang bagi INALUM, diantaranya terkait kondisi pasar yaitu meningkatnya harga bahan baku utama CPC, CTP, Aluminium Floride dan yang tertinggi Alumina. Alumina bergerak dari harga rata-rata USD 288 per ton menjadi USD 614 per ton, bahkan pernah mencapai USD 800 per ton. Naik 2,13 x atau meningkatkan HPP sekitar 6-7%. Jika dilihat harga LME cenderung flat diangka USD 2.000 per ton, Alumina mencapai 30% LME sesuatu yang belum pernah terjadi selama 10 tahun belakangan ini.

Dari sisi produksi, water level danau Toba berangsur membaik hingga level 903,4 mdpl saat ini, di sisi tungku rata-rata tungku beroperasi sebanyak 481 tungku sehingga dapat memproduksi aluminium cair saat ini sampai dengan 30 November 2018 sebanyak sekitar 220.000 ton serta menjual aluminium ingot, billet dan foundry alloy sebanyak sekitar 217.000 ton. Sedangkan dari sisi keuangan, INALUM telah mampu membukukan laba bersih (unaudited) sampai dengan 30 November 2018 sebesar USD 81 juta atau telah mencapai target RKAP 2018.

Sebagai wujud nyata kepeduliannya terhadap masyarakat, pada tahun 2018 program rutin seperti pengobatan gratis, perbaikan sarana ibadah, pembuatan sumur bor, pembuatan posyandu, bantuan meubelier dan sarana pendidikan untuk sekolah-sekolah di sekitar Perusahaan masih tetap terus dijalankan oleh INALUM sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Di penghujung tahun ini juga akan dilaksanakan program bedah rumah untuk 48 rumah kurang layak huni di Kabupaten Batu Bara. Dukungan INALUM terhadap pemuda juga ditunjukkan dengan telah dilaksanakannya pelatihan security untuk 20 pemuda dan turnament volley pemuda di sekitar Perusahaan pada tahun 2018 ini. Selain itu sebagai dukungan INALUM terhadap industri kreatif di sekitar Perusahaan, INALUM juga telah melaksanakan Pelatihan kepada mitra binaan dan pembuatan produk Kerajinan kulit.

Dari sisi pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM), INALUM Melalui Program Kemitraan, pada tahun 2018 ini kembali menyalurkan dana pinjaman untuk 43 Usaha Kecil Menengah di sekitar Pabrik Peleburan dan PLTA.

Lebih lanjut, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat di sekitar jaringan transmisi INALUM, bantuan peralatan pertanian dan bantuan budidaya buah naga untuk membantu meningkatkan perekonomian masyarakat petani di beberapa desa sepanjang jaringan transmisi tersebut telah disalurkan oleh INALUM. Dalam rangka pelestarian alam, INALUM bersama dengan PT Inhutani IV (Persero) dan LSM melakukan penghijauan dengan menanam pohon sebanyak 450 Ha lahan kritis di sekitar Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba.

Dalam perayaan hari besar keagamaan pada tahun 2018, INALUM juga telah menyalurkan Sembako Gratis pada Bulan Ramadhan sebanyak 5.000 paket di 10 Kabupaten/Kota dan 3 wilayah pengembangan INALUM, sedangkan untuk natal INALUM akan kembali melaksanakan program sembako gratis seperti tahun-tahun sebelumnya. Safari ramadhan ke beberapa masjid diikuti safari natal ke gereja-gereja di sekitar perusahaan, buka puasa bersama antara INALUM dengan pemangku kepentingan di sekitar Perusahaan, dan lain-lain juga terus dilaksanakan oleh INALUM.

INALUM juga turut serta dalam meringankan beban korban bencana alam dengan menjadi salah satu BUMN koordinator yang berpartisipasi terhadap bencana alam yang terjadi di Sumatera Utara dan sekitarnya. Mulai dari bencana erupsi Gunung Sinabung, banjir bandang dan longsor di Aceh Tenggara, dan banjir bandang di Solok, Sumatera Barat, bantuan kebakaran dan angin puting beliung di Kabupaten Batu Bara serta bantuan gempa di Palu, Donggala dan Lombok.

Dengan kontribusi yang begitu banyak untuk masyarakat, INALUM pun banyak mendapatkan apresiasi dan penghargaan. Pada tahun 2017-2018, INALUM telah memperoleh beberapa prestasi yaitu penghargaan Zero Accident Award dari BPJS Ketenagakerjaan dan Kementerian Ketenagakerjaan RI, Anugerah BUMN Award Terbaik I dalam kategori Strategi Pertumbuhan Terbaik dan Terbaik I dalam kategori The Best CEO-Visioner dari Majalah BUMN Track, TOP CSR Award 2018 pada kategori TOP CSR 2018 Sektor usaha smelter, TOP CSR improvement 2018, TOP Leader on CSR commitment 2018 dari Majalah Business News dan Indonesia Sustainable Development Goals Award (ISDA) 2018.

Ditempat terpisah, Meretsa Riauzi bagian Casting pada peleburan mengatakan Inalloy adalah jenis prime alloy A356.2 yang digunakan untuk pembuatan komponen otomotif yang diproduksi dengan menggunakan bahan baku Aluminium primer, dimana INALUM menawarkan paduan dengan standar A356.2 yang dapat disesuaikan dengan permintaan pelanggan.

Sedangkan, Inallet adalah jenis billet dengan ukuran yang Dipakai secara umum secara ekstruder, dengan material primari aluminium dan teknologi yang dipergunakan dalam proses casting, ” Inallet menjadi pilihan terbaik bagi ekstruder” tutupnya Riauzi. (MR/PS)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.