Pengemudi Ojol Terpedaya Penelpon Gelap, Uang Tabungan Terkuras
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Tomi (20), warga Jalan Menteng 7, Medan Denai, datang tergesa-gesa ke Polsek Medan Area, Sabtu (10/11) sekira jam 13.40 WIB.
Begitu tiba di pintu penjagaan Sentral Pelayanan Kepolisian (SPK), Tomi yang ditemani Tantenya, Marlinda (27) mengaku, telah ditipu seorang pria melalui pembicaraan telephone. Akibatnya, korban mengaku terpedaya dan tersadar seluruh uang maupun tabungannya di ATM telah ludes.
Dihadapan petugas, pria tambun ini menceritakan kronologis penipuan yang dialaminya dengan wajah terlihat pucat.
“Kejadiannya pagi tadi bang, di Jalan Garu Medan sekitar jam 7 wib. Saya baru antar sewa (penumpang),” kata Tomi, mengawali cerita.
Pada saat di jalan, ia mengaku di telfon seorang pria. Kepada Tomi, pria misterius yang tak diketahui namanya itu mengaku sebagai pihak Go Jeck dari kantor di Polonia Medan.
Karena dianggap penting, Tomi pun menghentikan laju kreta jenis matic yang dikendarainya, lalu mendengarkan intruksi si penelfon gelap. “Katanya saya disuruh ngisi saldo aplikasi ‘Gope’ Rp 700 ribu, buat memperbaharui data driver Go Jek dan aplikasi saya. Memang saldo di Gope saya tinggal Rp 200 ribu,” terangnya.
Tomi pun mengaku percaya. Demi kelancaran kerjanya sebagai driver bike Go Jek, mahasiswa semester 4 jurusan Hukum di Universitas Darma Agung itu pun mengamini perintah pelaku dengan mendatangi gerai ATM guna mentransfer uang dari saldo ATM pribadinya ke rekening pelaku dengan alasan akan memasukkan uang korban ke saldo akun Gope (aplikasi Go Jek) milik Tomi. Untuk mempermudah aploud aplikasi yang tengah diperbaharui menurut alibi pelaku, penelfon misterius itu pun meminta nomor rekening dan pin ATM milik korban.
“Uang dia ATM saya ada 2 juta lebih, terus saya transfer Rp 700 ribu. Saya ikuti terus perintahnya dari telfone. Lalu dia minta nomor pin ATM saya dan Gope saya,” ungkapnya sedih.
Setelah selesai, Tomi belum curiga. Sembari menunggu proses registrasi aplikasi baru yang dijanjikan pelaku, korban berencana pulang dan terus mengecek saldo Gope dari handphone miliknya.
“Saya heran, Gope saya yang tadinya berisi saldo Rp 200 ribu, tersedot tinggal Rp 78 ribu. Lalu saya cek saldo ATM saya, rupanya juga habis. Padahal itu tabungan saya. Nilainya ada 2 juta lebih,” kenangnya.
Setelah merasa tertipu, Tomi berulang kali mencoba menghubungi nomor pelaku yang digunakan saat berkomunikasi melalui handphone. Apesnya, seorang pria yang jadi pelakunya tadi malah terang-terangan mengaku telah menipu korban.
“Saya pun bingung kok bodoh kali, saya seperti terhipnotis gitu. Soalnya dia (pelaku) ngaku dari Go Jek yang berkantor di tempat saya kerja di Polonia Medan,” kesal Tomi.
Lanjutnya lagi, saat mereka menelepon ke nomornya suara pelaku terdengar tertawa dan mengatakan ‘Mampus kalian’. “kan kesal kali jadinya,” timpal Marlinda.
Padahal, jelas Marlinda, ia sudah ‘kekeh’ menyuruh keponakannya itu tak bekerja pagi tadi. Supaya, Tomi bisa belajar di kamarnya agar bisa lulus dalam ujian semester yang bentar lagi akan dilaksanakan di kampusnya.
“Saya sudah larang narik pagi tadi, karena dia mau ujian, tapi dia bandel dan fikirannya entah kemana,” gerutu tante yang ikut cemas atas penipuan yang menimpa Tomi.
Tak berapa lama menjelaskan, Tomi dan tantenya pun akhirnya diarahkan polisi supaya membuat laporannya ke Polrestabes Medan, supaya pihak Polrestabes bisa cepat melacak pelaku dari alat di sana.
“Karena masalahnya menyangkut aplikasi, abang datang aja ke Polrestabes Medan. Disitu ada alatnya. Kita bukan tolak laporan abg, tapi supaya bisa cepat ditindaklanjuti dan dilacak pelakunya,” saran, Bripka Purba, petugas SPK Polsek Medan Area. (MR/Suriyanto)
