Sering Merampok di Mopen, Firdaus Meraung Kesakitan Saat Di Tembak Tim Pegasus Patumbak
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Tim Penanganan Gangguan Khusus (Pegasus) Polsek Patumbak, menembak Firdaus Pangaribuan (28), seorang pelaku perampokan yang sering beraksi di dalam mobil penumpang umum atau angkutan kota (angkot) di seputaran Terminal Amplas, Senin (22/10/2018).
Pelaku yang tinggal di Jln Pengilar Ujung Gang Agian, Kecamatan Medan Amplas ini ditembak di bagian kakinya karena berusaha melarikan diri saat dilakukan pengembangan untuk mencari barang bukti kejahatan.
Tim Pegasus juga meringkus dua (2) teman Firdaus, yakni Togimabangun Simorangkir (30) warga Jln Garu VIII dan Dimson Simbolon (28) warga Pasar 9 Marelan, Kecamatan Medan Labuhan. Namun kedua teman Firdaus tidak ditembak.
“Ketiga pelaku diringkus berdasarkan laporan Polmer Sibarani (50) yang berprofesi sebagai sekuriti, warga Dusun I, Bangun Sari, Tanjung Morawa dengan nomor LP/X/2018/Polsek Patumbak, tanggal 19 Oktober 2018,” kata Kapolsek Patumbak, Kompol Ginanjar Fitriadi SIK didampingi Kanit Reskrim, Iptu Budiman Simanjuntak SE, Selasa (23/10/2018).
Lanjut Kapolsek lagi, sedangkan kedua korban adalah Rizke Warsih Riana Boru Sibarani (20) warga Dusun I Gang Segitiga Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Morawa dan Ronita Boru Situmorang (20) warga Jln Ujung Serdang, Desa Ujung Serdang, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang.
“Sedangkan barang bukti yang disita dari pelaku adalah sebilah senjat tajam (sajam) jenis gunting,” ujar Kapolsek.
Dijelaskan Kapolsek, peristiwa perampokan itu terjadi pada Sabtu (13/10/218) siang. Kala itu, kedua korban menumpang angkot Medan Bus Trayek 135 jurusan Terminal Amplas-Medan Mall.
“Tak berapa lama korban naik angkot tersebut, kemudian ketiga pelaku juga naik angkot itu. Sekira 20 meter angkot berjalan, ketiga pelaku langsung merampas tas korban yang berisikan uang senilai satu juta rupiah dan satu unit handphone merk nokia sambil menusuk pipi kanan Rizke Sibarani,” terang Kapolsek.
Setelah mengambil barang milik korban, sambung Kapolsek, lalu korban dijatuhkan dari angkot yang masih berjalan.
“Akibatnya, korban mengalami luka-luka dan tidak sadarkan diri. Sementara ketiga pelaku langsung melarikan diri. Masyarakat yang melihat kejadian itu kemudian melaporkannya ke Polsek Patumbak. Sedangkan korban dibawa ke Rumah Sakit Mitra Sejati,” jelas Kapolsek.
Sepekan lebih setelah peristiwa itu, ketiga pelaku pun berhasil diringkus Tim Pegasus Polsek Patumbak.
“Ketiga pelaku diringkus di Jalanl SM Raja tepatnya di bawah fly over Amplas. Atas perbuatannya, ketiga pelaku dipersangkakan melanggar ketentuan pidana yang diatur dalam Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara,” tandas orang nomor satu di Mapolsek Patumbak ini. (MR/Suriyanto).
