Ini Pesan KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna pada HUT Korpaskhas ke 71
METRORAKYAT.COM, MEDAN -Di hari jadi Korpaskhas yang ke 71,kepala staf TNI angkatan udara ( Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna memberikan arahan dan kata sambutannya yang dibacakan oleh Danwing III Paskhas, Kolonel Pas Bambang Hariyono yang bertindak sebagai inspektur upacara yang dilaksanakan di Mako batalyon komando Paskhas 469 Medan dan yang bertindak sebagai komandan upacara adalah Kapten Pas Gerry Kurniawan. Rabu (17/10/2018) jam 8:00 WIB.
Dalam sambutannya Yuyu Sutisna pertama sekali mengucapkan selamat atas hari jadinya yang ke 71kepada Korpaskhas serta penghargaan tinggi kepada para pendahulu, perintis, sesepuh korps baret Jingga yang telah meletakkan pondasi yang sangat kuat terhadap peran dan tugas Paskhas dalam menegakan dan mempertahankan NKRI.
Sejarah telah mencatat peran Korpaskhas dengan tinta emas lewat operasi lintas udara pertama yang dilakukan oleh 13 orang prajurit angkatan udara pada tanggal 17 Oktober 1947 yang melaksanakan operasi di daerah kota Sambi ,kota Waringin Kalimantan Tengah untuk membangun stasiun radio untuk menghubungkan Kalimantan dan Yogyakarta sekaligus mengobarkan semangat perjuangan rakyat Kalimantan untuk mengusir penjajah yang bercokol.
Operasi penerjunan inilah menjadi tonggak sejarah lahirnya KORPASKHAS dan merupakan embrio berkembangnya pasukan payung pertama di Indonesia.seiring berjalannya waktu,satuan yang dulu bernama pasukan gerak tjepat ( PGT).
Pasukan ini turut berkiprah dalam berbagai pengabdian kepada bangsa dan negara sejak tahun 1947 sampai sekarang yang kini bernama Korpaskhas.
Tonggak sejarah itu harus dikenang untuk mengilhami generasi berikutnya dalam mengemban tugas negara, oleh karena itu peringatan ini hendaknya dijadikan momentum bagi warga Korpaskhas untuk evaluasi dan intopeksi terhadap tugas yang dilakukan dimasa mendatang.
Selanjutnya dalam kata sambutan Kepala staf angkatan udara berpesan kepada seluruh Korpaskhas dimana saja untuk selalu mengacu pada Renstra TNI AU, latihan secara bertahap serta selalu meningkatkan profesionalisme.
Menyikapi tantangan tugas dimasa mendatang yang semakin berat dan kompleks baik kepentingan operasi perang dan operasi selain perang perlu dilakukan tiga langkah diantaranya yang pertama adalah selalu mengacu pada Renstra TNI AU 2015-2019, Validasi organisasi untuk mewadahi terbentuknya KOOPSAU III di wilayah Timur Indonesia.
Pengembangan satuan Paskhas harus sesuai dengan tuntutan organisasi yaitu untuk meningkatkan kemampuan prajurit melalui latihan, pendidikan dan pengalaman operasi Serta modernisasi alutsista.
“Latihan dilaksanakan secara bertahap, bertingkat dan berlanjut yang diawali dari latihan perorangan,satuan,antar satuan dan latihan gabungan sebagai sarana uji doktrin dan peningkatan kemampuan prajurit dan juga perlu dilakukan latihan bersama antar negara sebagai studi banding dan bertukar pengalaman dan program yang ketiga adalah Paskhas harus mampu meningkatkan profesionalisme karena saat ini Paskhas telah dipercaya oleh TNI dan TNI AU untuk mengoperasikan teknologi Oerlicon, QW 3 dan Chiron alutsista baru ini diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme Korpaskhas untuk menjawab segala tantangan tugas dimasa depan,” pungkas Kolonel Pas Bambang mengakhiri kata sambutan Kasau yang dibacakanya.
Usai upacara acara dilanjutkan dengan atraksi bela diri dan tenaga dalam merpati putih oleh para perajurit Paskhas dalam memecahkan benda keras serta yang paling mendebarkan dimana dari belakang Tribun kehormatan muncul seseorang pria yang membawa sepucuk senjata Laras panjang yang meletuskan senjatanya ke udara sambil menyandera salah satu pejabat yang langsung membawanya ke tempat persembunyian.
Beberapa menit kemudian dari atas menara terdengar tembakan jarak jauh oleh para sniper Paskhas tepat mengenai kepala boneka yang di ibaratkan sebagai kepala pelaku penyanderaan yang merupakan ilustrasi dan skanario pembebasan sandera oleh prajurit Paskhas dalam menjalankan tugas mengamankan negara.
Selanjutnya muncul kembali pasukan Paskhas dengan mengendarai sepeda motor trail dengan senjata lengkap dan menggunakan mobil tempur yang masuk ke tempat persembunyian penyandera dan menembaki serta meledakan bangunan diatasnya .
Turut hadir acara Wakapoldasu Brigjen Pol Mardiaz Khusin Dwinanto, kasat Brimob, ASOPS Kosek Hanudnas III Kolonel Jhonson, Danlanud Soewondo Kolonel Pnb Dirk Poltje Lengkey beserta kepala dinas, LO Kodam I/BB dan pejabat utama, Wakapolrestabes Medan AKBP Bagus Soeropratomo dan para undangan lainya. (MR/Suriyanto)


