Nelayan di Kabupaten Batubara Terpuruk Pasca Berlakunya Permen Kelautan dan Perikanan Nomor 71 Tahun 2016

Nelayan di Kabupaten Batubara Terpuruk Pasca Berlakunya Permen Kelautan dan Perikanan Nomor 71 Tahun 2016
Bagikan

METRORAKYAT.COM, BATUBARA – Salah seorang nelayan Sofyan mengatakan kepada wartawan Rabu (5/9/18) di pagurawan kecamatan Medang Deras kabupaten Batu Bara, provinsi Sumatra Utara sedikitnya 825 nelayan di desanya terimbas diberlakukannya peraturan menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 71 Tahun 2016 tentang Pelarangan Penggunaan Cantrang atau pukat tarik per 1 Januari 2018.

Pelarangan tersebut Pasca Wakil Direktur Polair Polda Sumut AKBP Untung Sangaji berkunjung ke Pol Air Pagurawan, kamis (30/8/18) lalu.

“Solusi yang dikeluarkan pemerintah, lanjutnya, sama sekali tidak menolong nelayan. Sehingga Nasib perekonomian nelayan di wilayah pesisir Pagurawan sangat terpuruk,”keluhnya.

Selain itu Sakban menambahkan juga Sebagaimana diketahui, mayoritas nelayan di sana sebelumnya menggunakan alat tangkap ikan jenis cantrang/Pukat tarik. Bukannya ogah untuk beralih ke alat tangkap ikan yang lebih ramah lingkungan. Tapi, lantaran biaya, nelayan di sana tak sanggup membeli alat lain. Sementara di sisi lain, bantuan alat tangkap pengganti dari pemerintah pusat tak juga didapat.

“Sampai sekarang, tidak ada bantuan sama sekali untuk nelayan kami. Jadi sekarang nelayan pada nganggur semua. Ekonomi mereka terpuruk,” kata Sakban, Nelayan Pagurawan

Imbas dari nganggurnya nelayan, lanjut dia, aktifitas lelang di TPI juga sepi. Geliat ekonomi dari hasil produksi perikanan laut tak lagi semarak seperti biasanya. Dampak turunannya, Pajak onan tempat perdagangan sayur serta bahan pokok lainnya juga sepi.

Belum termasuk tukang becak, tukang es dan pedagang ikan yang selama ini bergantung dari hasil kerja nelayan ikutan nganggur.

“Jadi, kami minta tolong, kepada pemerintah pusat perhatikan nelayan! Berikan kebijakan yang tidak memihak, kita juga rakyat Indonesia, dan tidak berbeda dengan masyarakat nelayan di pulau jawa. masa sih ada rasa pilih kasih?,” ucapnya. (MR/PS)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.