Dongkrak Wisata, Industri Perfilman Orbitkan Titik Nol Peradaban Islam Barus Tapanuli Tengah

Dongkrak Wisata, Industri Perfilman Orbitkan Titik Nol Peradaban Islam Barus Tapanuli Tengah
Bagikan

METRORAKYAT.COM, TAPANULI TENGAH – Budaya adalah segenap kekayaan bangsa, harus tetap dijaga dan dilestarikan. Hal itu yang menjadi motivasi pria berusia (34) tahun, kelahiran Kota Sibolga ini, mau berjuang untuk membuat suatu karya di bidang industri kreatif dibidang film.

Rizky Ibrahim Simanjuntak, saat ditemui awak media mengatakan, Sibolga-Tapteng (Tapanuli Tengah), Sumatera Utara merupakan daerah yang tak dapat dipisahkan, kedua daerah ini sama-sama memiliki potensi unggulan serta memiliki segudang sejarah.

Salah satunya, Kota Tua Barus, yang terletak di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah, di tempat inilah Presiden RI Joko Widodo meresmikan sebuah simbol sejarah yang dinamakan Tugu Titik Nol Peradaban Islam Nusantara.

“Sebagai putra daerah generasi penerus, kita patut mengucap syukur dan bangga, karena kekayaan SDA dan segudang sejarah yang kita miliki ini tidak dimiliki daerah lainnya,” kata Rizky Ibrahim Simanjuntak, Selasa (11/09/2018).

Titik nol Peradaban Islam ini sendiri tercatat sejak abad ke-6 Masehi, kekayaan rempah-rempah dari Barus jadi magnet bagi para saudagar penjuru dunia di masa itu, ini sejarah yang harus kita lestarikan, keberagaman peninggalan prasejarah sebuah peninggalan yang layak di rilis jadi sebuah bentuk film, agar generasi penerus kita memahami akan sejarah di daerahnya.

“Hal yang paling penting kita hanya ingin putra dan putri di daerah Sibolga – Tapteng ini lebih maju dan berkembang, tidak kalah bersaing dengan daerah lain. Jadi, kita sediakan wadahnya agar bakat mereka di Dunia Acting tersalurkan, tentunya menambah wawasan dan pengalaman mereka juga,” pintanya.

Lanjut Rizky, menyangkut industri kreatif dibidang perfilman, pastinya sangat berdampak signifikan bagi pengembangan pariwisata suatu daerah. Itu artinya, film memiliki multiplier effect baik sejak proses pembuatan hingga selesai. Sehingga, dapat menumbuh kembangkan perekonomian di wilayah yang menjadi lokasi pembuatan film tersebut.

“Pengaruh studi yang dilakukan Simon Hudson dan J.R. Brent Ritchie di saat pembuatan film pada tahun 2006, dampak pengaruh pertumbuhan ekonomi masarakat melonjak cukup signifikan, bukan itu saja, peningkatan jumlah wisatawan juga berpengaruh,” tegasnya.

Kemudian, Hudson dan Ritchie mengambil beberapa fakta yang terjadi, antara lain dampak film Braveheart (Mel Gibson, 1995) yang menyajikan Monumen Wallace, Skotlandia. Setelah penayangan film tersebut, terjadi peningkatan pengunjung wisata mencapai 300% jumlah pengunjung dalam setahun.
Rayburn Country, Georgia, Amerika Serikat, berhasil meningkatkan jumlah wisatawan sebanyak 20.000 orang dengan dengan pemasukan 2-3 juta dolar AS setelah film Deliverance (John Boorman, 1972) dirilis.

Film The Lord of The Rings (Trilogy, 2001-2003) (Peter Jackson) yang mengambil lokasi di Selandia Baru, berhasil meningkatkan jumlah wisatawan sebanyak 10% sejak 2002.

Setelah film Harry Potter and the Sorcerer’s Stone (Chris Columbus, 2001) ditayangkan, bermacam lokasi di Inggris mengalami peningkatan pendapatan 50% di lokasi pembuatan film tersebut.

Begitu juga dengan film The Beach (Danny Boyle, 2000) yang berhasil mendongkrak pendapatan sebesar 20% dari pengunjung muda ke Thailand,” paparnya.

Harapan kita tentunya Trailer film Titik Nol Pusat Peradaban Islam Nusantara di Kecamatan Barus semoga proses Syutingnya berjalan lancar, dan tentunya kita sangat berterimakasih kepada AMG Film Jakarta, Putra-Putri terbaik Sibolga-Tapteng dan Mohon doa dan Dukungan dari warga Sibolga- Tapteng,” tutupnya. (MR/RM)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.