Wong Chu Sen Tarigan : Aksi Begal Beraksi Lagi, Ini Pertanda Medan Makin Tak Kondusif
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Anggota DPRD Kota Medan Drs.Wong Chun Sen Tarigan, MPd.B menyampaikan di Kota Medan masih ada aksi Begal yang melukai bahkan hingga menghabisi nyawa korbannya demi untuk merampas harta benda atau sepeda motor korban. Hal ini telah menimbulkan keresahan bagi warga kota Medan.

Korban bernama Loei Wie Loen (66) tewas setelah menjadi korban pembegalan di jalan MT.Hariyono kecamatan Medan Timur
“Terhitung dari bulan Febuari sampai 18 Juli 2018 saja sudah 5 kasus begal diantaranya tanggal 19 Febuari 2018 Budi Susanto warga jalan Kail lingkungan V Sei Mati Medan Labuhan yang dibegal dijalan SM Raja depan makam pahlawan, korban yang di todong dengan belati dan sepeda motornya BK 2158 AGK jenis Vario dibawa kabur, tanggal 2 Maret 2018 pasangan kekasih windu dan Dana yang merampok pengemudi ojek online di kawasan desa Telaga sari kecamatan Sunggal, 30 Mei 2018 Fahri Husein warga jalan alumunium I berprofesi juga sebagai ojek online di rampok di pintu tol H.Anif, berselang sehari tepatnya tanggal 31 Mei 2018 Putri siswi SMP Muhamadiyah Mandala yang melintas di pasar V Tembung, dan terakhir 18 Juli 2018 Lori Wie Loen (66) ditemukan seorang pedagang dalam keadaan tak berdaya di jalan MT.Haryono kecamatan Medan Timur,” terang Ketua Taruna Merah Putih (TMP) Kota Medan ini kepada wartawan, Jumat,(20/8/18).
Lanjutnya lagi, sementara, Sepeda motor Supra BK 2902 KM raib dibawa kabur, ini merupakan beberapa catatan kejadian pembegalan yang terekspose, belum lagi pembegalan yang tidak terekspose yang mana korbankan tidak mau melapor kepada Polisi.
“Aksi Begal yang terjadi belakangan ini tidak mengenal waktu. Keresahan warga semakin tinggi saat akan melakukan aktivitas terutama di malam hari,” papar Wong Chun Sen yang akrab disapa Tarigan.
Menyikapi aksi begal dan perampokan yang masih meresahkan warga Medan, Tarigan meminta aparat keamanan dari berbagai elemen agar semakin meningkatkan pengamanan terutama di titik rawan kejahatan terutama pada saat jam 03.00 WIB dini hari s/d 05.00 WIB, dan pukul 24.00 WIB.
“Kita mengapresiasi tindakan aparat kepolisian yang telah menurunkan timnya dalam mengawal keamanan warga kota Medan agar aksi jambret dan begal tidak lagi meresahkan,” kata Tarigan.
Keamanan di sekitar tempat tinggal kita, menurut Tarigan sangat penting dan harus menjadi perhatian semua elemen. Siskamling dan jaga malam perlu lebih diintensifkan.
“Masyarakat yang akan beraktivitas di luar rumah agar lebih berhati-hati dan tidak memakai perhiasan atau meletakkan tas dengan sembarangan. Kelalaian kita sering kali mengundang kesempatan terjadinya aksi begal dan jambret,” kata Tarigan yang kembali maju pada Pemilu 2019 dari Partai PDI Perjuangan.
Medan aman adalah dambaan semua warga kota Medan, tambahnya. Persoalannya sekarang adalah apakah kita mau menaruh kepedulian terhadap keamanan disekitar kita atau tidak.(MR/Suriyanto).

