Proyek PJN Wilayah II Provinsi Papua Barat (Sorong) Diduga Tidak Sesuai SOP 

Proyek PJN Wilayah II Provinsi Papua Barat (Sorong) Diduga Tidak Sesuai SOP 
Bagikan

METRORAKYAT.COM, SORONG – Jalan Aimas (km 23)-Pelabuhan Arar, Kabupaten Sorong yang bersumber dari penetapan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2017, kini sudah rusak parah.

Pantauan Metro rakyat. com Minggu (8/7/2018), proyek dari Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasioal (Satker PJN) Wilayah II Provinsi Papua Barat (Sorong) tersebut kini membahayakan warga yang melintas di jalan yang penuh dengan lubang itu.

Diduga proyek yang dikerjakan kontraktor PT Karya Utama Persada dengan konsultan PT Arteri Cipta Rencana tersebut tidak memenuhi aturan SOP (Standard Operating Procedures).

Menurut Mail, warga Kokoda yang bermukim di daerah sekitar, kondisi jalan rusak tersebut sangat rawan terjadi kecelakaan, bahkan sudah memakan korban.

“Jalan ini memang sering terjadi kecelakaan terutama bagi anak-anak sekolah yang pagi hari terburu-buru ke sekolah sampai ada yang pernah pata tulang akibat jalan rusak ini,” ungkap Mail.

Jalan yang dibangun dari 2017 itu, sambung Mail, seharusnya sudah bagus dan dapat dirasakan manfaatnya, tetapi malah sebaliknya, dengan banyaknya lubang-lubang besar sehingga mengancam keselamatan warga.

“Jalan ini yang bikin orang banyak jatuh,” kesal Mail sambil menggelengkan kepalanya.

Ia berharap agar pimpinan Satker PJN wilayah II Provinsi Papua Barat yang berkantor di km 10 Kota Sorong bertanggungjawab dengan proyek yang bukannya berguna tapi malah membahayakan.

“Kepala Satker harus bisa lihat kontraktor yang baguslah, supaya masyarakat juga enak dengan hasilnya karena jalan ini dibangun menggunakan dana APBN, dana itu dari uang rakyat semua melalui PBB (pajak bumi dan bangunan),” tegas dia.

Diketahui proyek jalan nasional tersebut dikerjakan oleh PT KUP (Karya Utama Persada) yang diduga menelan anggaran Rp74 miliar lebih.

Sesuai waktu pengerjaan yang harus rampung pada Desember 2017, namun entah kenapa proyek tersebut masih mandek hingga sekarang.(MR/Azrul)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.