Satma AMPI dan IMM Desak Polisi Tutup Game Ketangkasan di Ahmad Yani Sibolga
METRORAKYAT.COM, SIBOLGA – Meski sempat menjadi sorotan publik, dugaan praktek perjudian bermoduskan game ketangkasan di lokasi (NG), Jalan Ahmad Yani Sibolga Kota, sampai kini masih terus beroperasi.
Oleh sebab itu, pihak kepolisian yang disinyalir telah mengetahui indikasi perjudian di Game Ketangkasan (NG) didesak untuk segera menutup lokasi itu.
Desakan itu disampaikan Reza Andhika Zeb Tumory, tokoh pemuda Sibolga yang juga Ketua Satma AMPI Kabupaten Tapanuli Tengah, saat menggelar jumpa pers, di Jalan KH Ahmad Dahlan Sibolga, Rabu (13/06/2018).
Dikatakan Reza, dugaan praktek perjudian selama ini sudah disuarakan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sibolga sebelum bulan suci ramadhan, namun sampai memasuki lebaran idul fitri ini, pihak berwajib belum melakukan tindakan apapun terkait informasi tersebut.
Dengan masih beroperasinya Game Ketangkasan (NG) saat ini, Reza menduga, adanya indikasi ‘main mata’ antara pihak penguasaha dan oknum aparat penegak hukum, sehingga dugaan praktek perjudian di lokasi itu kian merajalela.
“Sejak beberapa bulan lalu rekan-rekan kita IMM Sibolga-Tapteng sudah menyurakan bahwa judi tangkas yang bermodus game di Jalan Ahmad Yani sangat meresahkan masyarakat, namun hingga saat ini tidak ada tindakan tegas dari dari pihak yang berwajib di Sibolga untuk menutup tempat tersebut yang nyatanya di bulan rhamadhan masih terus beroperasi,” ungkap Reza.
“Melihat keadaan ini, wajar kami menduga ada main mata antara pihak pengusaha Game Ketangkasan (NG) dengan pihak yang berwajib. Kan aneh, ada perbuatan yang melanggar hukum sudah disuarakan rekan rekan IMM, tapi nyatanya di depan mata masih beroperasi di bulan Ramadhan, akan tetapi tidak ditindak tegas. Sementara Polda Sumatera Utara sudah menginstuksikan, untuk memberantas judi sesuai perintah Presiden Republik Indonesia,” lanjutnya.
Reza menilai, bila aparat kepolisian tidak bertindak tegas saat ini, aktivitas perjudian di Sibolga akan semakin merajalela, sehingga menimbulkan persoalan baru, salah satunya soal keharmonisan rumah tangga dan khawatirnya, akan merusak generasi muda di Sibolga.
“Apa memang sengaja diciptakan agar masyarakat Sibolga pemain judi semua, padahal jelas itu merupakan penyakit masyarakat harus getol diberantas pihak yang berwajib, terutama di bulan suci ramadhan. Mau jadi apa Sibolga ini ketika lokasi perjudian dibebaskan beroperasi apalagi di bulan ramadhan. Jadi wajar saja kami menduga ada main mata antara pihak berwajib dengan pengusaha. Boleh buka usaha, tapi jangan merusak kami warga Sibolga ini,” katanya.
Sementara, Ketua IMM Sibolga-Tapanuli Tengah, Darwinsyah Hutagalung mengaku, persoalan ini beberapa waktu lalu sudah pernah diungkap dan diprotes pihaknya kendati belum mendapatkan respon.
“Disatu sisi kami menilai game yang diduga judi berkedok ketangkasan ini sangat meresahkan wisatawan kuliner yang sedang berkunjung di Sibolga Square. Sesekali teriakan, sesekali ada keributan terdengar dari lokasi game tersebut,” ujarnya.
Menurut Darwin, game ketangkasan serupa sudah pernah ada di beberapa daerah lain selain kota Sibolga dan telah ditutup pihak berwajib.
“Ini sangat mengganggu bagi pengunjung Sibolga Square, disatu sisi kegiatan seperti ini sudah pernah ada daerah lain bahkan sudah ditutup pihak berwajib setempat,” kata Darwin.
Darwin mengungkapkan, di lokasi permainan tersebut, juga ditemukan permainan jackpot dan tembak ikan dan menjadi permainan paling diminati para pengunjung.
“Bukan cuma dari kalangan bapak-bapak saja, ibu yang membawa anaknya pun terlihat disana,” ungkapnya.
Dijelaskan Darwin, permainan diduga judi bekedok Game ketangkasan ini terbilang kelas judi ‘kakap’ yang tersistem rapi dan tidak menampilkan uang secara transparan, melainkan sistem pembelian voucher melalui seorang kasir.
“Voucher itu harga nya satu lembar seratus ribu, nanti akan ditukar dengan koin, pilihan game bebas kemana saja, karena setiap orang hanya bertarung dengan mesin yang hasilnya akan ditukar dengan uang tunai kepada kasir atau calo yang standby menerima koin yang mau di tukar dengan uang. Harapan kami, kepada pihak yang terkait mohon ini di tindak lanjuti,” pungkasnya. (MR/RM)
