Dirjen Agama-RI Buka Acara Temu Generasi Muda Niciren Syosyu Se-Indonesia ke-31 di Medan

Dirjen Agama-RI Buka Acara Temu Generasi Muda Niciren Syosyu Se-Indonesia ke-31 di Medan
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – DPD Parisadha Buddha Dharma Niciren Syosyu Indonesia (PPBDNSI) Sumut melaksanakan acara Temu Generasi Muda ke-31 tahun yang dihadiri oleh 167 orang peserta dari 18 Kota yang ada di Indonesia, Senin (18/6/18) di kantor DPD NSI yang juga merupakan Vihara Vimalakirti, Jalan Gandi No.116, Kecamatan Medan Area-Sumatera Utara.

Acara Temu Generasi Muda NSI ini dilaksanakan selama 5 hari, dibuka sejak tanggal 18 – 22 Juni 2018. Kegiatan ini dilatarbelakangi kecintaan pemuda Buddhis yang tergabung di Generasi Muda (GM) terdiri dari berbagai kalangan. Demikian dikatakan oleh Direktur Jenderal Agama Budha Republik Indonesia, Caliadi pada pembukaan acara temu Genertasi Muda Buddhis tersebut.

Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Umum NSI, Suhadi dan Istri, Ketua NSI Provinsi Sumut, Vincent, Ketua NSI Kota Medan, Amin Wijaya, Ketua Walubi Sumut, Indra Wahidin, Bidang Depag Agama Budha Sumut, Ketut Supriadi serta seluruh pengurus dan anggota NSI yang ada di 18 Kota di Indonesia.

Saat menyampaikan kata sambutan, Dirjen Agama Buddha RI, Caliadi, menerangkan bahwa sebagai bangsa yang besar, Negara Indonesia merupakan Negara yang memiliki pluralitas yang terdiri dari RAS dan Agama. Sebagai Asset bangsa, generasi muda harus bisa melakukan hal-hal positip yang dapat berguna bagi bangsa dan Negara.

“Kegiatan temu Generasi Muda ini sangat penting dilaksanakan setiap tahunnya, terutama bagi generasi muda Buddhis, sehingga diharapkan generasi Muda Buddhis nantinya mampu menjadi generasi yang memiliki akhlak yang baik ditengah-tengah kehidupan masyarakat dan bisa hidup berdampingan dengan pemeluk agama lain,” ujar Caliadi.

Selanjutnya, Dirjen Agama Buddha ini lagi, bahwa, Generasi Muda Buddhis harus memiliki rasa nasionalisme yang kokoh, karena sebagai asset bangsa Generasi Muda Buddhis harus bisa memanajemen diri dan bisa melakukan hal-hal positiif dari berbagai komunitas agama dalam rangka mendukung program pemerintah dalam   dalam mendukung kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“ Ini adalah kegiatan GM Buddhis yang ke-31 dan setelah tahun sebelumnya juga dilaksanakan di Kota Tangerang-Banten. Kegiatan ini menjadi suatu kegiatan yang sangat penting terutama bagi generasi muda Buddhis. Generdasi muda ini juga sebagai asset. Ini menjadi penting untuk membangun generasi muda yang kokoh,” ungkapnya.

Ditambahkan lagi, kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh Generasi Muda Buddhis ini sudah merupakan kegiatan tahunan yang telah dimitrakan kepada Kementerian Agama Republik Indonesia, sehingga diharapkan, GM Buddhis NSI ini menjadi bagian dari program pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang berkeadilan sosial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sementara itu, Ketua Umum SNI, Suhadi menyebutkan, pertemuan Generasi Muda Niciren Syosyu Indonesia yang ke-31 ini merupakan kegiatan yang terlaksana dan telah menjadi mitra dengan Kementerian Agama RI setiap Tahunnya. Suhadi mengatakan, kegiatan Generasi Muda terutama umat Buddhis sangat penting diksanakan, sehingga akan didapatkan generasi muda Buddhis yang tangguh dan memiliki rasa nasionalis yang tingga dan cinta tanah air Indonesia. Karena pemuda merupakan asset penting sebagai penerus bangsa, dan harus diberikan pelajaran tentang Akhlak yang baik, sehingga dapat hidup berdampingan dengan pemeluk agama yang berbeda dalam kehidupan sehari-hari.

“ Selain kegiatan di Medan, para pengurus dan anggota GM NSI juga akan melakukan kunjungan ke Provinsi Aceh untuk melakukan diskusi yang dilaksanakan di Universitas Islam Negeri (UIN). Tahun ini selain ke Medan, kami akan berangkat ke Aceh. Disana kami akan melakukan diskusi dengan Mahasiswa UIN. Kami pilih Aceh karena Aceh kami anggap aman saat terjadi kerusuhan Tahun 1998 silam. Sementara  Medan dan Jakarta rusuh dan hancur-hancuran saat itu,” ujarnya.

Oleh karena itu, tambah Suhadi, dia berani menyimpulkan, bahwa yang jahat itu bukan Islam. Di UIN-Aceh, GM NSI juga akan didampingi oleh mantan rektor UIN yaitu, Prof.Sahir. “Kita akan diskusi tentang budaya Aceh, sehingga seluruh NSI akan mengetahui budaya-budaya Aceh termasuk tata cara hidup beragamanya,” ungkap Ketua Umum NSI yang berkantor pusat di Jakarta ini.

Suhadi menjelaskan lagi, Konsep berdampingan dan dapat hidup rukun dengan sesama pemeluk Agama yang berbeda merupakan kehidupan sesuai Pancasila dan bekeadilan sosial. Menurut Suhadi, Agama tidak  mengajarkan bermusuhan, namun yang bermusuhan itu adalah orangnya.

Selama berdiri, NSI di seluruh Indonesia juga sudah melakukan banyak kegiatan sosial dan dilakukan dua kali dalam satu Tahun, yakni saat Waisak dan saat di bulan Ramadhan.

“ Bentuk kegiatan sosial yang kami lakukan antara lain melaksanakan donor darah, menanam pohon di seluruh tempat di Indonesia, gotongroyong dan donor mata. Satu-satu nya yang telah melaksanakan donor mata di Indoenesia adalah NSI,” terangnya.

Itulah bentuk kepedulian sosial yang didapat generasi muda Buddhis di NSI, sehingga  program NSI dapat berjalan yakni untuk membentuk generasi muda yang tangguh dan cinta terhadap tanah air. Selain itu mereka juga punya kecerdasan sepirital, emosional dan intelektual sehingga menjadi sumber daya manusia yang berguna untuk pembangunan bangsa menuju keadilan sosial.

Menuru Suhadi lagi, seyogianya yang akan membuka acara temu Generasi Muda NSI se-Indonesia ini adalah Menteri Agama, Bapak Lukman Hakim Saifuddin, namun karena ada kesibukan yang sama sehingga di wakilkan oleh Dirjen Agama dari Kementerian Agama RI, Bapak Caliadi.

“ Namun pada saat penutupan ditanggal 22 Juni 2018 nanti, Menteri Agama-RI akan hadir,” terang Suhadi yang didampingi oleh Ketua DPD NSI Sumut dan Ketua DPC NSI Kota Medan. (MR/A06)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.